Akibat Hukum Akta Autentik Yang Dibuat Oleh Organ Yang Tidak Berwenang Sebagai Alat Bukti Dalam Sengketa Kepailitan
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12029Keywords:
Authentic Deed, Evidence, Bankruptcy, Unauthorized OrganAbstract
This research aims to analyze the comprehensive proof of deeds by unauthorized organs in bankruptcy cases and the direct responsibility of Notaries of corporate organs, making deeds made by unauthorized organs of limited liability companies as evidence in bankruptcy cases, with a case study on the bankruptcy decision of PT Gusher Tarakan. This research is presented to improve the low understanding of the formal and material validity of the Authentic Deed in the process of proof in the commercial court, which has implications for the potential for injustice and legal uncertainty. This research uses a normative juridical method with statutory, conceptual, and case study approaches. The research findings reveal that the documents filed in the bankruptcy case of PT Gusher Tarakan are formally authentic deeds prepared before a Notary. However, the deeds were made by company organs that had been dismissed and no longer had legal authority. Therefore, the deeds no longer have authentic power and only have the status of deeds underhanded. The use of a Deed by an unauthorized party should not be used as a legal basis in a bankruptcy petition, and the Notary is responsible for the formal and material correctness of the contents of the Deed. This study emphasizes the importance of Notaries to verify the authority of the parties and underscores the need for caution in using authentic deeds as evidence in bankruptcy cases.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komprehensif pembuktian akta oleh organ tidak sah dalam perkara kepailitan, dan tanggung jawab Notaris secara langsung organ perusahaan pembuat akta yang dibuat oleh organ perseroan terbatas yang tidak berwenang sebagai alat bukti dalam perkara kepailitan, dengan studi kasus pada putusan pailit PT Gusher Tarakan. Penelitian ini hadir untuk meningkatkan rendahnya pemahaman terhadap validitas formil dan materiil akta autentik dalam proses pembuktian di pengadilan niaga, yang berimplikasi pada potensi terjadinya ketidakadilan dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa dokumen-dokumen yang diajukan dalam perkara pailit PT Gusher Tarakan secara formal merupakan akta autentik yang disusun di hadapan Notaris. Namun, pembuatan akta-akta tersebut dilakukan oleh organ perusahaan yang telah diberhentikan dan tidak lagi memiliki otoritas hukum. Oleh karena itu, akta-akta tersebut tidak lagi memiliki kekuatan autentik dan hanya berstatus sebagai akta di bawah tangan. Penggunaan akta oleh pihak yang tidak berwenang seharusnya tidak dapat dijadikan dasar hukum dalam permohonan pailit, dan Notaris memiliki tanggung jawab atas kebenaran formil dan materiil isi akta. Penelitian ini menegaskan pentingnya Notaris untuk melakukan verifikasi atas kewenangan para pihak dan menggarisbawahi perlunya kehati-hatian dalam menggunakan akta autentik sebagai alat bukti dalam perkara kepailitan.
References
Aditya, Agung, ‘Accountability of a Notary in Court for Underhand Deed Legalized by a Notary’, Pena Justisia: Media Komunikasi Dan Kajian Hukum, 20.2 (2021), 128–35 <https://doi.org/10.31941/pj.v20i2.1727>
Adnyana, I Gusti Ngurah, ‘Kedudukan Notaris Sebagai Turut Tergugat Dalam Perkara Perdata’, Jurnal Cakrawala Hukum, 13.1 (2022), 49–57 <https://doi.org/10.26905/idjch.v13i1.7741>
Arben, Ali, and Andrew Shandy Utama, ‘Kedudukan Akta Notaris Sebagai Akta Autentik Dalam Hukum Perdata Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris’, ANDREW Law Journal, 3.1 (2024), 1–11 <https://doi.org/10.61876/alj.v3i1.26>
Diani, Rosida Diani, ‘Tanggung Jawab Komisaris Dalam Hal Perseroan Terbatas Mengalami Kerugian’, Simbur Cahaya, 2019, 39–46 <https://doi.org/10.28946/sc.v25i1.322>
Dzaky, Mukhammad Hanis, ‘Akibat Hukum Akta Notariil Perseroan Terbatas Yang Dibuat Direksi Dan Komisaris Setelah Berakhir Masa Jabatannya’ (Universitas Islam Sultan Agung, 2022)
François, Pascal, and Hassan Naqvi, ‘Secured and Unsecured Debt in Creditor-Friendly Bankruptcy’, Journal of Corporate Finance, 80 (2023), 1–52 <https://doi.org/10.1016/j.jcorpfin.2023.102413>
Helitha Muchtar, Novianty, Miranda Risang Ayu Palar, and Muhamad Amirulloh, ‘Development of a Valuation System of Technology for the Enhancement of Innovation in Indonesia’, Heliyon, 9.2 (2023), e13124 <https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13124>
Hendra Wijaya, Indra Yuliawan, and Adhi Budi Susilo, ‘Aspek Hukum Kepailitan Dalam Hukum Positif’, ADIL Indonesia Journal, 5.2 (2024), 118–25 <https://doi.org/10.35473/aij.v5i2.3285>
Hendrik Handoyo Lugito, ‘Tanggung Jawab Notaris Dalam Proses Pemberesan Aset Pailit Perusahaan’ (Universitas Narotama Surabaya, 2021)
J, Lex Moleong, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, ed. by PT Remaja Rosdakarya (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014)
Jabalnur, Idris Saputra, Jumiati Ukkas, and Udiyo Basuki, ‘Akibat Hukum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Terhadap Direksi’, Halu Oleo Law Review, 8.1 (2024), 112–28 <https://doi.org/10.33561/holrev.v8i1.112>
Kusbianto, Kusbianto, Dody Safnul, Fadhil Yazid, and Suparman Suparman, ‘Kesadaran Hukum Masyarakat Tentang Pentingnya Akta Autentik Yang Dibuat Oleh Notaris’, RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1.2 (2020), 169–75 <https://doi.org/10.46576/rjpkm.v1i2.634>
Lismayanti, Erna, Endang Purwaningsih, and Chandra Yusuf, ‘Legalitas Tindakan Direksi Perseroan Terbatas’, Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 3.1 (2023), 193–212 <https://doi.org/10.46306/rj.v3i1.65>
Marda, Guruh, and Vito Dewangga, ‘Pembuktian Hukum Acara Perdata Melalui Pengetahuan Hakim’, Jurnal Magister Ilmu Hukum, 8.2 (2023), 35 <https://doi.org/10.36722/jmih.v8i2.2306>
Mirna Talita, Dista Vennesya, and Edith Ratna, ‘Peran Notaris Sebagai Pejabat Umum Dalam Era Revolusi Industri 4.0’, Notarius, 16.2 (2023), 870–81 <https://doi.org/10.14710/nts.v16i2.32783>
Novita Sari, ‘Peran Notaris Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (Rups) Yang Dipimpin Oleh Direktur Perseroan Terbatas (Pt) Yang Telah Habis Masa Jabatannya (Putusan Nomor 268/Pdt.G/2020/Pn Jkt.Pst Jo Nomor 1661 K/Pdt/2022’, 2023
Prakasa, Ragil Surya, Fatimah Hayati Farni, Ramizah Kamelia Gusherva, Apin Rahmat Daitu, and Rizky Bintang Aditya, ‘Pertanggung Jawaban Direksi Dalam Perseroan Terbatas Dan Perspektif Hukum Korporasi’, PUAN INDONESIA, 5.2 (2024), 746–55 <https://doi.org/10.37296/jpi.v5i2.293>
Pratama, Gede Aditya, Nina Zainab, and Heru Siswanto, ‘Legal Remedies Against Bankruptcy Decision Following Constitutional Court Decision No. 23/Puu-Xix/2021’, Jurnal Bina Mulia Hukum, 7.2 (2023), 216–30 <https://doi.org/10.23920/jbmh.v7i2.1060>
Prinsip, Penerapan, Hakim Pasif, and D A N Aktif, ‘Penerapan Prinsip Hakim Pasif Dan Aktif Dalam Proses Pembuktian Hukum Acara Perdata’, 2.1 (2025), 115–19 <https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jmia.v2i1.3184>
Puspita, Lusiani Indah, and Ery Agus Priyono, ‘Analisis Yuridis Terhadap Peran Notaris Dalam Penyelesaian Sengketa Pembagian Harta Warisan’, Notarius, 16.2 (2023), 1029–42 <https://doi.org/10.14710/nts.v16i2.41146>
Putri, Kerina Maulidya, Ichsan Anwary, and Diana Haiti, ‘Kewajiban Notaris Melakukan Pembacaan Dan Penandatanganan Akta Di Depan Semua Pihak Secara Bersama-Sama’, Notary Law Journal, 1.2 (2022), 157–75 <https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i2.21>
Raharja, Nugraha Budi, and Ariawan Gunardi, ‘Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Dalam Hukum Kepailitan’, Jurnal Kewarganegaraan, 7.2 (2023), 2009–16 <https://doi.org/https://doi.org/10.31316/jk.v7i2.5579>
Rahmida Erliyani, Metode Penelitian Dan Penulisan Hukum, ed. by Magnum Pustaka Utama, Cetakan 3 (.I. Yogyakarta, 2021)
Rizqy Putra, Muhammad, ‘Tanggung Jawab Direksi Perseroan Terbatas Atas Perbuatan Melawan Hukum Di Indonesia’, Jurnal Lex Renaissance, 6.1 (2021), 107–19 <https://doi.org/10.20885/jlr.vol6.iss1.art8>
Satya Wibowo, Wahyu, Johni Najwan, and Firdaus Abu Bakar, ‘Integritas Notaris Sebagai Pejabat Pembuat Akta Autentik Dalam Undang-Undang Jabatan Notaris’, Recital Review, 4.2 (2022), 323–52 <https://doi.org/10.22437/rr.v4i2.18861>
Sri Wahyuni, and Arif Wibowo, ‘Authority, Subject and Object of the Dispute At the State Administrative Court (PTUN)’, JUSTICES: Journal of Law, 2.1 (2023), 34–46 <https://doi.org/10.58355/justices.v2i1.8>
Sudaryat, Sudaryat, ‘Tanggungjawab Pemegang Saham Mayoritas Yang Merangkap Sebagai Direksi Terhadap Kerugian Pihak Ketiga Akibat Perbuatan Melawan Hukum Perseroan’, Jurnal Bina Mulia Hukum, 4.2 (2020), 313 <https://doi.org/10.23920/jbmh.v4i2.293>
Tahta Fortuna Maharani Wijaya, and Ery Agus Priyono, ‘Penerapan Asas Profesionalitas Pada Notaris Dalam Pembuatan Akta Autentik’, Lex Renaissance, 9.2 (2024), 229–55 <https://doi.org/10.20885/JLR.vol9.iss2.art1>
Wardantik, Yuli Endah, Khoidin, and Wahyu Prawesthi, ‘Legal Liability for Notaries Due To the Issuance of Authentic Deeds Resulting in State Losses’, Journal Of Social Sciences And Humanites), 2 (2023), 23–38 <https://doi.org/10.56943/jssh.v2i1.264>
Zuchri Abdussamad, Metode Penelitian Kualitatif, ed. by Patta Rapanna, Nucl. Phys., 1st edn (Makasar: CV. syakir Media Press, 2021), XIII
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

