Kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Pembentukan Undang-Undang di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11333Keywords:
Putusan, Mahkamah Konstitusi, Pembentukan, Undang-UndangAbstract
This study aims to analyze the position of the Constitutional Court's decision in the formation of laws and to examine the legal implications if the laws formed are in conflict with the Constitutional Court's decision. This study is important to conduct considering the polemic of alleged non-compliance of state administrators with the Constitutional Court's decision, especially in the formation of laws. This study is different from several previous studies because it examines the position of the Constitutional Court's decision and the legal implications of laws formed in conflict with the Constitutional Court's decision. Using a normative legal research method. The results obtained from this study are that the Constitutional Court's decision is a source of law in the formation of laws as stipulated in Article 10 paragraph (1) letter d of Law No. 12 of 2011, that one of the materials that must be included in the law is the follow-up to the Constitutional Court's decision. The legal implications of the formation of laws that are in conflict with the Constitutional Court's decision are that it will cause legal uncertainty, can harm human rights, and the law can be submitted for judicial review to the Constitutional Court. The Constitutional Court's decision is the official interpretation of the 1945 Constitution. Therefore, the DPR and the President are obliged to follow up on it in the formation of laws, so that the resulting laws can provide justice, benefits, and legal certainty as well as protection of human rights.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan putusan Mahkamah Konstitusi dalam pembentukan undang-undang serta mengkaji implikasi hukum apabila undang-undang yang dibentuk bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini penting dilakukan mengingat adanya polemik dugaan ketidakpatuhan penyelenggara negara terhadap putusan Mahkamah Konstitusi khususnya dalam pembentukan undang-undang. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan beberapa penelitian sebelumnya karena mengakaji kedudukan putusan Mahkamah Konstitusi dan implikasi hukum undang-undang yang dibentuk bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi. Menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu putusan Mahkamah Konstitusi berkedudukan sebagai sumber hukum dalam pembentukan undang-undang sebagaimana ditentukan pada Pasal 10 ayat (1) huruf d UU No. 12 Tahun 2011, bahwa salah satu materi yang wajib dimuat dalam undang-undang adalah tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi. Implikasi hukum pembentukan undang-undang yang bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yakni akan menimbulkan ketidakpastian hukum; dapat merugikan hak asasi manusia; dan undang-undang tersebut dapat diajukan judicial review di Mahkamah Konstitusi. Putusan Mahkamah Kontitusi merupakan penafsiran resmi UUD 1945. Oleh karena itu, DPR dan Presiden wajib menindaklanjutinya dalam pembentukan undang-undang, agar undang-undang yang dihasilkan dapat memberikan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum serta perlindungan terhadap hak asasi manusia.
References
Andiraharja, Diyar Ginanjar. “Judicial Review Oleh Mahkamah Konstitusi Sebagai Fungsi Ajudikasi Konstitusional Di Indonesia.” Khazanah Hukum 3, no. 2 (2021): 70–79. https://doi.org/10.15575/kh.v3i2.9012.
Arbie, Ardiansyah, Toar Neman Palilingan, and Harly Stanly Muaja. “Sifat Final Dan Mengikat Putusan Mahkamah Konstitusi Berdasarkan Asas Erga Omnes.” Lex Privatum 13, no. 1 (2024): 809–20.
Cristiana, Edelweisia, and Ni Wayan Eka Sumartini. “Erga Omnes Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Menyelesaikan Perselisihan Hasil Pemilukada (Studi Terhadap Putusan MK Nomor 135/PHP.BUP-XIX/2021).” Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum 5, no. 2 (2022): 153–67.
Flora, Yohanes Suhardin dan Henny Saida. “Eksistensi Putusan Mahkamah Konstitusi Pasca Disahkannya Undang-Undang Penetapan Perpu Cipta Kerja.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023): 326. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jlur.v6i1.63.07.
Fridayanti, Dwi. “Kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Sumber Hukum Di Indonesia: Studi Kasus Putusan MK No. 60/PUU-XXII/2024.” Jurnal Hukum Dan Perundang-Undangan 5, no. 1 (2025): 51–65.
Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.
Ilyas, Adam, and Dicky Eko Prasetio. “The Problems of Constitutional Court Regulations and Its Implications.” Jurnal Konstitusi 19, no. 4 (2022): 794–818. https://doi.org/10.31078/jk1943.
Indra, Mexsasai, Geofani Milthree Saragih, and Mohamad Hidayat Muhtar. “Strength of Constitutional Court Decisions in Judicial Review of the 1945 Constitution in Indonesia.” Jurnal Konstitusi 20, no. 2 (2023): 279–99. https://doi.org/10.31078/jk2026.
Irawan, Mastur Mastur dan Feri. “Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 Tentang Pengujian Undang-Undang Cipta Kerja Terkait Inkonstitusional Bersyarat.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023): 1300. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.8044.
Khasani, Dani, Firzhal Arzhi Jiwantara, and Gema Akhmad Muzakir. “Akibat Hukum Putusan Mahkamah Agung Mengimplementasikan Norma Hukum Yang Dibatalkan Mahkamah Konstitusi.” Delicta Law Review 1, no. 1 (2024): 67–84.
Khotob, Khotob Tobi Almalibari. “Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Pemilihan Umum.” Jurnal Rechten : Riset Hukum Dan Hak Asasi Manusia 1, no. 2 (2022): 36–45. https://doi.org/10.52005/rechten.v1i2.45.
Lambonan, Berly Geral Tapahing; Henry R.Ch. Memah; Marthin. “Akibat Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Terkait Pengujian Undang-Undang Terhadap Undang-Undang Dasar Dalam Sistem Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.” Lex Administratum VI, no. 13–20 (2018).
M. Ali Safa’at, Dkk. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Edited by Fajlurrahman Jurdi. 2nd ed. Jakarta: Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi, 2019.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram, NTB: Mataram University Press, 2020.
Nasution, Arrafi Bima Guswara dan Ali Imran. “Dinamika Konstitusionalitas Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 Dan 54/PUU-XXI/2023.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023): 1053. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.8044.
Palguna, I Dewa Gede. “Kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Dan Perlindungan Hak Konstitusional Penghayat Kepercayaan.” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) 10, no. 3 (2021): 495. https://doi.org/10.24843/jmhu.2021.v10.i03.p06.
Pangestu, Anjas. “Kewajiban Pembentuk Undang-Undang Menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi.” Lex Lata 6, no. 2 (2024): 161–80. https://doi.org/https://doi.org/10.28946/lexl.v6i2.3124.
ParamitaPrabandari, El Renova Ed. Siregar dan Adya. “Dinamika Hubungan Antara Mahkamah Agung Dan Mahkamah Konstitusi: Prespektif Konflik Dan Kolaborasi.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 734. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8833.
Saifulloh, Putra Perdana Ahmad. “Penafsiran Pembentuk Undang-Undang Membentuk Kebijakan Hukum Terbuka Presidential Threshold Dalam Undang-Undang Pemilihan Umum Yang Bersumber Dari Putusan Mahkamah Konstitusi.” Jurnal Rechts Vinding 11, no. 1 (2022): 155. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.vllil.867.
Satriawan, Iwan, and Tanto Lailam. “Implication of Selection Mechanism Towards Integrity and Independency of Constitutional Court Judges in Indonesia.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 9, no. 1 (2021): 112–38. https://doi.org/10.29303/ius.v9i1.871.
Satrya, Kresna. “Kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Proses Pemberhentian Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Di Indonesia.” Jurnal Unsrat 13, no. 5 (2024): 1–17.
Sidqi, Safaat Arif Nur Ikhsan/Hanafi Arief/Faris Ali. “Analisis Yuridis Terhadap Kedudukan Mahkamah Konstitusi Dalam Hukum Tata Negara Indonesia.” Universitas Islam Kalimantan, 2021.
Sumodiningrat, A. “Strengthen Constitutional Court’s Decision as Political Legal Perspective in Legislative Branch: Penguatan Putusan Mahkamah Konstitusi Sebagai Politik Hukum Legislatif.” Jurnal Konstitusi 20, no. 2 (2023).
Syahputra, Dedy, and Zulman Subaidi. “Kedudukan Dan Mekanisme Pengisian Hakim Mahkamah Konstitusi Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Reusam: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 1 (2021): 106–25. https://doi.org/10.29103/reusam.v9i1.4979.
Taufiqurrohman Syahuri, Muhammad Helmi Fahrozi. “Konstitusionalitas Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu (Presidential Treshold).” Al WASATH Jurnal Ilmu Hukum 1, no. 1 (2020): 28.
Triningsih, Anna, Achmad Edi Subiyanto, and Nurhayani Nurhayani. “Kesadaran Berkonstitusi Bagi Penegak Hukum Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Sebagai Upaya Menjaga Kewibawaan Peradilan.” Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2022): 898. https://doi.org/10.31078/jk1848.
Triwati, Ani. “Pengesampingan Perkara Demi Kepentingan Umum Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi.” Jurnal Ius Constituendum 6, no. 2 (2021): 51. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/jic.v6il.2092.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

