Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-10-19. Baca versi terbaru.

PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PERENCANAAN USAHA PADA UMKM DI KOTA SEMARANG 50 28

Penulis

  • Sri Hartono
  • Agus Sobari

DOI:

https://doi.org/10.26623/ji2e.v3i3.16001

Abstrak

Usaha Menengah Kecil dan Mikro berperan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Namun perkembangan UMKM sangat terkendala banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Keterpurukan UMKM akan berdampak pada perekonomian nasional secara keseluruhan. Menurut Dinas Koperasi dan UMKM, sebanyak 86,2 persen usaha mikro kecil di Jawa Tengah mengalami penurunan pendapatan dan menghadapi kendala turunnya permintaan serta kesulitan keuangan terkait operasional dan ketenagakerjaan. Fenomena keuangan UMKM banyak terkendala karena banyaknya keterbatasan UMKM dalam akses permodalan eksternal. Akar permasalahan sulit akses permodalan eksternal meliputi banyak hal, antara lain: legalitas kelembagaan UMKM, ketidakmampuan menyusun proposal kredit (studi kelayakan bisnis), dan literasi keuangan yang masih rendah, sehingga administrasi keuangan UMKM sangat terbatas, bahkan tidak tersedia. Kendala UMKM terkait pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha terjadi karena dianggap kemampuan tersebut tidak begitu penting dalam pengelolaan usaha. Pengelolaan UMKM lebih fokus pada bagaimana memproduksi produk dengan baik dan memasarkan produk tersebut dengan berbagai metode yang dikuasai. Kondisi ini memperparah kondisi UMKM, karena tidak dapat mengantisipasi berbagai perubahan eksternal yang berdampak terhadap keuangan UMKM. Keberadaan laporan keuangan sangat penting bagi pengelolaan usaha, karena informasi keuangan yang tertuang dalam laporan keuangan dapat menjadi potret kinerja UMKM dan menjadi sarana early warning bagi kondisi keuangan perusahaan ke depan. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman pengelola UMKM terhadap pengelolaan keuangan dan produk layanan jasa keuangan masih rendah. Literasi keuangan pengelola UMKM hanya sebesar 40%, sementara target literasi keuangan tahun 2024 sebesar 90%. Melihat kondisi tersebut, perlu peningkatan literasi keuangan bagi pengelola UMKM melalui pelatihan literasi keuangan dan penyusunan proposal kredit. Peningkatan kemampuan literasi keuangan dan kemampuan menyusun perencanaan usaha/studi kelayakan bisnis diharapkan dapat meningkatkan administrasi keuangan yang baik dan kemampuan mengakses pendanaan eksternal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2026-11-02 — Diperbaharui pada 2026-10-19

Versi

Terbitan

Bagian

Articles