Pelatihan Teknik Pencampuran Cat untuk Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Program Keahlian Teknik Otomotif 6 7
DOI:
https://doi.org/10.26623/tematik.v6i2.14675Keywords:
Pelatihan pengecatan , pengujian hasil pengecatan, metode demonstrasAbstract
Siswa SMK yang telah melakukan magang di PT. Triangle Motorindo (VIAR) belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang perbandingan campuran cat, thinner dan hardener yang tepat sehingga mengalami kesulitan adaptasi saat magang di industri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 10 siswa SMK melalui p
elatihan teknik pengecatan dengan metode pre-test dan post-test. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di Laboratorium Teknik Universitas Ivet meliputi teori komponen cat dan praktik tiga variasi rasio campuran (1:1,1:0,25; 1:1,2:0,25; 1:1,3:0,5). Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 43,5% menjadi 83,0% dengan seluruh peserta (100%) mencapai kriteria >80%, dan seluruh peserta dinyatakan kompeten dalam pencampuran cat. Rasio 1:1,3:0,5 memberikan hasil terbaik. Kegiatan ini penting karena dapat menjadi model pelatihan pra-magang bagi siswa SMK sebelum terjun ke industri.
References
Bahtiar, Fahmy Zuhda dan M. Khoirul Bahar. (2022). Pengaruh variasi rasio campuran cat, thinner, dan hardener terhadap kualitas hasil pengecatan. Jurnal Teknik Otomotif Indonesia, 8(2), 45-53.
Bahtiar, Fahmy Zuhda, dkk. (2023). Dampak Kadar Hardener dan Jenis Thinner Terhadap Hasil Lapisan Pengecatan pada Cat Nitrocellulose.
Brennan, M. A., & Israel, G. D. (2008). The power of community. Community Development, 39(1), 82-97.
Cesyantikha, M., & Wahyudi. (2019). Analisis pengaruh perbandingan campuran thinner dengan varnish terhadap kualitas hasil pengecatan. Ejournal Pendidikan Teknik Otomotif, Universitas Negeri Semarang, 7(2), 112-120.
Habibie, N. J. (2014). Pengaruh perbandingan campuran cat dengan thinner terhadap kualitas hasil pengecatan. e-Journal UNESA: Jurnal Teknik Mesin, 2(3), 55-62.
Himam, M. Z. R. (2023). Analisis pengaruh perbandingan rasio clear coat, hardener dan thinner dengan pengeringan oven terhadap daya tahan goresan. Jurnal Teknik Material dan Manufaktur, 11(1), 23-31.
Islahudin, N., Arifin, Z., & Tamamy, A. J. (2020). Pengenalan teknologi proses pengecatan untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK. Abdimasku: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 22-28.
Lestari, D., & Suryono, W. (2023). Peningkatan kompetensi guru SMK melalui pelatihan teknis berbasis praktik langsung. TEMATIK: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 112-125.
Pigg, K. E., & Bradshaw, T. K. (2003). Catalytic community development: A theory of practice for changing rural society. In D. L. Brown & L. E. Swanson (Eds.), Challenges for rural America in the twenty-first century (pp. 385-396). Pennsylvania State University Press.
Raharjo, J. S. D., Hendartho, D., Susanti, E., & Ekasari, R. (2021). Adaptasi model komunikasi pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Ilomata International Journal of Management, 2(4), 309-318.
Santosa, B. (2024). Standar prosedur pengujian kekerasan pensil untuk lapisan cat otomotif. Jurnal Material dan Teknologi, 12(1), 23-30.
Sulistyowati, E., & Haryanto, A. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi daya gloss pada pengecatan basah. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin, 7(1), 156-163.
Wijaya, R., & Nugroho, S. (2023). Hubungan ketebalan lapisan cat dengan ketahanan korosi pada bodi kendaraan listrik. Jurnal Teknologi Otomotif, 9(2), 67-74.

