Pemberdayaan Siswa SMKN 4 Kendal dalam Urgensi Pengelolaan Limbah Cangkang Telur Berkelanjutan : Dari Inovasi Pangan Hingga Produk Non Pangan 9 5

Penulis

  • Devy Angga Gunantar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang
  • Iswoyo Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang
  • Cornelius Hari Wibowo Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang
  • Maria Sudjatinah Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang
  • Antonia Nani Cahyanti Universitas Semarang image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.26623/tematik.v6i2.14697

Kata Kunci:

Cangkang telur, limbah, keberlanjutan, Sosialisasi, Pengabdian Masyarakat

Abstrak

Limbah cangkang telur ayam adalah sumber daya yang belum dimanfaatkan yang mengandung sekitar 94% kalsium karbonat, serta senyawa bioaktif seperti asam hialuronat, kondroitin dan glukosamin, serta mineral-mineral penting lainnya. Produksi dan konsumsi telur yang tinggi di Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Kendal, menghasilkan banyak limbah cangkang telur yang belum dikelola dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk membantu siswa SMKN 4 Kendal agar mereka bisa memahami pentingnya mengelola limbah cangkang telur dengan cara yang berkelanjutan. Ini mencakup inovasi dalam membuat produk makanan yang berguna serta produk non-makanan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Program ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu oleh tim dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang dan melibatkan 47 siswa dari kelas XI. Pelaksanaan terdiri dari lima sesi yang mencakup penguatan kosakata bahasa Inggris tentang limbah organik, pengelolaan dan komposisi kimia dari cangkang telur, pembuatan pupuk organik melalui demonstrasi dan praktik langsung erta penjelajahan peluang kewirausahaan yang berbasis pada limbah cangkang telur. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang memiliki 20 indikator. Indikator ini digunakan untuk mengukur pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan minat peserta. Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pemhaman rata-rata yang besar, yaitu 50,99% dari 37,72% menjadi 66,71%, Peningkatan paling besar terlihat pada pengetahuan tentang senyawa bioaktif, yaitu kandungan kondroitin dan glukosamin yang meningkat sebesar 71,5% serta asam hialuronat yang meningkat sebesar 71,4%. Semua peserta (100%) menyatakan minat untuk menggunakan cangkang telur sebagai pupuk organik dan ingin belajar lebih lanjut tentang cara pengolahannya. Program ini telah terbukti berhasil dalam meningkatkan pemahaman tentang lingkungan, ketrampilan teknis dan kesadaran akan keberlanjutan berdasarkan prinsip zero=waste, yang penting bagi siswa di program Tata Boga sebabai kemampuan tambahan di dunia kuliner profesional.

Referensi

Azzahra, I., Subagya, G. O., & Cintami, I. (2025). Training on Processing Natural Materials into Environmentally Friendly Organic Fertilizer for Farmer Self-Reliance. Journal of Education and Community Service, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.35706/jecs.v1i1.13108

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). Sage Publications.

Deswanto, D., & Nugroho, A. (2024). Pemanfaatan limbah cangkang telur menjadi pupuk organik. Greeners: Journal of Green Engineering for Sustainability, 1(2), 42-51. 44

FAO. (2013). Food wastage footprint: Impacts on natural resources. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

FAO. (2018). Sustainable food systems: Concept and framework. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hasibuan,S, Nugraha,M.R., Kevin,A.Rumbata,N. Syakila,S. Dhewanty,S, Fadillah,M.Kurniati,M, Trilanda N., Afifah, S.N dan Shafira ,T. (2021) Pemanfaatan limbah Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik Cair di Kecamatan Rumbai Bukit PRIMA :Journal of Community Empowering and Services, 5(2) , 154.

https://doi.org10.2091/prima .v5i2.54635. https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/bahaya-styrofoam-wadah - makanan/

https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/indek.php/TeknologiPangan/article/download/934/ 808.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2024). Program Makan Bergizi Gratis. Jakarta: Kemenko PMK.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Penguatan pendidikan gizi dan kesehatan di satuan pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2022). Telur sebagai sumber protein hewani. Jakarta: Kementan RI.

Papargyropoulou, E., Lozano, R., Steinberger, J. K., Wright, N., & bin Ujang, Z. (2014). The food waste hierarchy as a framework for the management of food surplus and food waste. Journal of Cleaner Production, 76, 106– 115. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2014.04.020

Pohan, A. R., Siregar, A. P., & Priyono, C. D. (2023). Efektivitas Metode Pembelajaran Berbasis Aktivitas Dalam Meningkatkan Keterlibatan Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS Terpadu. MIND Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Budaya, 3(1), 45-52.

Pratiwi, N. W. C. S., & Bestari, N. M. P. (2025). Edukasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos di SD Negeri 11 Pemecutan. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 6(1), 61-71.

Putri, R. M., & Setyaningsih, D. (2021). Edukasi pengelolaan limbah pangan berbasis zero waste pada masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 145–152.

Ramadhani, F. S., Maydida, T. D., Widiatmoko, J. A., Setiyaningsih, H., Astri, A. M. M., Marshanda, A. R., ... & Purba, A. (2025). Empowering communities for sustainable organic waste management: A composterbased approach. Community Empowerment, 10(6), 1376-1386. 45

Thi, N. B. D., Kumar, G., & Lin, C. Y. (2015). An overview of food waste management in developing countries. Journal of Environmental Management, 157, 220–229.

United Nations Environment Programme. (2021). Food waste index report 2021. Nairobi: UNEP.

Wayan, S. N., Muada, I. K., & Purnamasari, N. P. L. (2025). PENERAPAN ECOENZYME SEBAGAI SARANA EDUKASI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA. Sewagati, 4(2), 13-19.

Widodo, S., & Rahmawati, E. (2020). Pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai bahan bernilai guna. Jurnal Teknologi Hasil Ternak, 5(1), 25–32.

Diterbitkan

2026-07-26

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Devy Angga Gunantar, Iswoyo, Cornelius Hari Wibowo, Maria Sudjatinah, & Cahyanti, A. N. (2026). Pemberdayaan Siswa SMKN 4 Kendal dalam Urgensi Pengelolaan Limbah Cangkang Telur Berkelanjutan : Dari Inovasi Pangan Hingga Produk Non Pangan. TEMATIK, 6(2), 50-59. https://doi.org/10.26623/tematik.v6i2.14697