Edukasi Bahaya Penggunaan Styrofoam, Resiko Kesehatan dan Mitigasinya untuk Siswa SMK N 4 Kendal
DOI:
https://doi.org/10.26623/tematik.v6i1.13153Abstract
Penggunaan styrofoam (polistirena busa) sebagai wadah makanan sangat umum karena keunggulan praktis dan ekonomisnya. Namun material ini berpotensi melepaskan monomer berbahaya seperti stirena dan benzena yang berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Studi awal di SMKN 4 Kendal menunjukkan bahwa 67,7% siswa belum memahami bahaya umum styrofoam, 97,1% tidak mengetahui kandungan bahaya penyusunnya dan 76,5% tidak menyadari resiko kesehatannya. Tingkat pengetahuan yang rendah ini mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lingkungan siswa melalui intervensi edukasi oleh tim multidisiplin dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang. Metode pelaksanaan melibatkan observasi awal, persiapan materi dan penyampaian materi (sosialisasi) kepada 34 siswa kelas XII, diikuti evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-sosialisasi. Pemahaman siswa tentang bahaya umum meningkat dari 32,4% menjadi 100%, pengetahuan tentang kandungan bahan penyususn meningkat dari 2,9% menjadi 100% dan kesadaran akan resiko kesehatan jangka pendek/panjang meningkat dari 23,5% menjadi 100%. Data ini mengindikasikan bahwa metode sosialisasi yang diterapkan sangat efektif dalam transferinformasi, menegaskan keberhasilakn program dalam meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap bahaya styrofoam dan cara penggunaan yang aman.
Kata kunci : styrofoam, wadah makanan, bahaya kesehatan, sosialisasi, pengabdian masyarakat

