Analisis Pengaruh Suhu Campuran Beraspal dan Faktor Pemadatan pada Campuran Aspal PG70 4 0

Penulis

  • Ahmad Kholisun
  • Wiji Lestarini
  • Agus Juara
  • Joko Adi Wicaksana Universitas Sains Al-Qur'an image/svg+xml
  • Hanna Nursanti Sukmantari
  • Talitha Zhafira
  • Alif Harnianto Putra
  • Slamet Budirahardjo
  • Mimin Aminah Yusuf

DOI:

https://doi.org/10.26623/teknika.v21i2.14082

Kata Kunci:

Asphalt concrete, Coarse Aggregate, Fine Aggregate, Marshall Quotient parameters, Mixing temperature

Abstrak

Aspal beton merupakan campuran antara agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler), dan aspal sebagai bahan pengikat yang diproduksi pada suhu tertentu untuk menghasilkan kinerja perkerasan jalan yang optimal. Suhu pencampuran menjadi faktor penting karena sangat memengaruhi homogenitas campuran, workability, serta nilai karakteristik Marshall. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pencampuran terhadap karakteristik campuran AC-BC dan menentukan suhu optimum yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan variasi suhu pencampuran 140℃, 150℃, 160℃, 170℃, dan 180℃. Tahapan penelitian meliputi pemeriksaan sifat fisik agregat dan aspal PG-70, perancangan campuran, serta pengujian berat jenis, Gmm, dan Marshall yang mencakup parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 170℃ menghasilkan kinerja terbaik dengan nilai VIM 3,13%, VMA 17,49%, VFA 82,08%, flow 3,42 mm, Marshall Quotient 702,8 kg/mm, dan stabilitas 2407 kg. Suhu 160℃ juga memenuhi spesifikasi, sedangkan suhu 140℃, 150℃, dan 180℃ belum memenuhi persyaratan. Dengan demikian, pengendalian suhu pencampuran sangat berpengaruh terhadap mutu campuran beraspal dan diperlukan ketelitian dalam proses produksi untuk memperoleh hasil yang optimal.

Referensi

AASHTO. (2025). AASHTO T 209, Theoretical Maximum Specific Gravity (Gmm) and Density of Asphalt Mixtures (Vol. 209).

AASHTO. (2000). AASHTO Designation: T 88-13, Particle size analysis of soils. In Encyclopedia of volcanoes. (Vol. 3).

Abu Abdo, A. M., & Jung, S. J. (2016). Effects of Asphalt Mix Design Properties on Pavement Performance: A Mechanistic Approach. Advances in Civil Engineering, 2016(9354058), 1–7. https://doi.org/10.1155/2016/9354058

Asphalt Institute. (2014). Asphalt Mix Design Methods, MS-2, 7th Edition. In ASTM International.

Asphalt Institute. (2016). Determining Laboratory Mixing and Compaction Temperatures (Number December). https://www.asphaltinstitute.org/technical-resources/determining-laboratory-mixing-and-compaction-temperatures/

ASTM International. (2002). Standard test method for Marshall stability and flow of asphalt mixtures (ASTM D6927-22). https://doi.org/https://doi.org/10.1520/D6927-22

Badan Standardisasi Nasional. (2015). SNI 8129:2015, Spesifikasi stone matrix asphalt (SMA).

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8426:2017, Spesifikasi aspal setara kelas kinerja. www.bsn.go.id

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2020). Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2) (Nomor Revisi 2).

Federal Highway Administration. (2002). Understanding the performance of modified asphalt binders in mixtures: High-temperature characterization (Publication No. FHWA-RD-02-075) (Number October). https://rosap.ntl.bts.gov/view/dot/56386

Federal Highway Administration. (2012). Performance testing for Superpave and structural validation (Publication No. FHWA-HRT-11-045) (November). https://www.fhwa.dot.gov/publications/research/infrastructure/pavements/11045/

Hariyadi, E. S., & Ricky, R. (2022). Evaluasi Pengaruh Sudut Putaran pada Pemadatan Campuran Beraspal Menggunakan Superpave Gyratory Compactor (SGC) Terhadap Kinerja Fatigue dan Resilient Modulus pada Stone Matrix Asphalt (SMA). Jurnal Teknik Sipil, 29(2), 171–180. https://doi.org/10.5614/jts.2022.29.2.8

Intari, D. E., Fathonah, W., & Kirana, F. W. (2018). Analisis Karakteristik Campuran Lataston (Hrs-Wc) Akibat Rendaman Air Laut Pasang (Rob) Dengan Aspal Modifikasi Polimer Starbit E-55. Jurnal Fondasi, 7(2). https://doi.org/10.36055/jft.v7i2.4075

Kadarwanto, H. H. (2015). Pengaruh variasi temperatur pada proses pemadatan terhadap campuran aspal beton [Tugas Akhir]. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2020). Spesifikasi umum 2018 (Revisi 2): untuk pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan. https://binamarga.pu.go.id/uploads/files/987/spesifikasi-umum-bina-marga-2018-untuk-pekerjaan-konstruksi-jalan-dan-jembatan-revisi-2.pdf

Poerwodihardjo, F. E., Istiningsih, D., & Nada, A. Q. (2023). Pengaruh Variasi Temperatur Pemadatan Pada Campuran Lapis Aspal Beton Ac-Wc Menggunakan Uji Marshall. Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah Di Bidang Teknik, 24(1), 74–83. https://doi.org/10.53810/jt.v24i1.478

Raharjo, B., Pratomo, P., & Ali, H. (2016). Pengaruh Suhu Pemadatan Campuran Untuk Perkerasan Lapis Antara (AC-BC). Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 4(1), 43–50. https://doi.org/10.23960/jrsdd.v4i1.345

Saragi, Y. R. R., Lumbangaol, P., Sidabutar, R. A., & Siahaan, B. S. (2017). Marshall Characteristics in Asphalt Concrete -Wearing Corse (AC-WC) in Various Length and Temperature Submersion. Procedia Engineering, 171, 1421–1428. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2017.01.460

Setiadji, B. H. (2008). The influence of environmental factors and curing period toward the performance and durability of asphalt mixtures. 16(2), 105–116.

Standar Nasional Indonesia. (1990a). SNI 03-1968-1990, Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar. In SNI 03-1968-1990.

Standar Nasional Indonesia. (1990b). SNI 03-1969-1990, Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar.

Standar Nasional Indonesia. (2003). RSNI M- 01-2003, Metode pengujian campuran beraspal panas dengan alat Marshall.

Tahir, A., & Setiawan, A. (2009). Kinerja Durabilitas Campuran Beton Aspal Ditinjau Dari Faktor Variasi Suhu Pemadatan Dan Lama Perendaman. Jurnal SMARTek, 7(1), 45–61.

Wasiuddin, N. M., Selvamohan, S., Zaman, M. M., & Guegan, M. L. T. A. (2007). Comparative Laboratory Study of Sasobit and Aspha-Min Additives in Warm-Mix Asphalt. Transportation Research Record: Journal of the Transportation Research Board, 1998(1), 82–88. https://doi.org/https://doi.org/10.3141/1998-10

Yani, L., Rahmaniah, R., & Asriani, A. (2023). Analisis variasi suhu 150°C, 160°C, 170°C dalam variasi jumlah tumbukan terhadap spesifikasi Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC). Teknosains: Media Informasi Sains Dan Teknologi, 17(2), 220–225. https://doi.org/10.24252/teknosains.v17i2.36658

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kholisun, A., Lestarini, W., Juara, A., Wicaksana, J. A., Sukmantari, H. N., Zhafira, T., Putra, A. H., Budirahardjo, S., & Yusuf, M. A. (2026). Analisis Pengaruh Suhu Campuran Beraspal dan Faktor Pemadatan pada Campuran Aspal PG70. Teknika, 21(2), 211-224. https://doi.org/10.26623/teknika.v21i2.14082