ANALISIS KERUSAKAN EXPANSION JOINT PADA JEMBATAN MANGKURAWANG DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) 16 5

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26623/teknika.v21i2.12426

Keywords:

Bridge, Expansion Joint, Gap

Abstract

Jembatan Mangkurawang, jembatan yang melintas di Tenggarong, memainkan peran penting dalam arus transportasi baik barang maupun orang. Melihat dari umur jembatan, masalah dapat terjadi terutama karena sambungan ekspansi yang ada telat merapat. Penelitian ini melakukan analisis kerusakan terhadap kemampuan pergerakan expansion joint. Data primer maupun sekunder untuk menunjang analisis kondisi expansion joint Jembatan Mangkurawang sesuai dengan situasi nyata di lapangan. Hasil dari perhitungan perencanaan expansion joint pada Jembatan Mangkurawang memiliki nilai celah minimum 17,62 mm, dari nilai displacement pada analisa SAP2000 memiliki nilai 72 mm pada suhu maksimum yaitu 40°C, dan dari pengukuran celah di lapangan memiliki nilai 7,8 mm. Dari ketiga perbandingan tersebut diambil celah yang terdapat di lapangan, yang menandakan bahwa celah tersebut dibawah nilai minimum. Maka dari itu, dari analisis tersebut expansion Joint Jembatan Mangkurawang perlu dilakukan perbaikan dan pemasangan komponen expansion joint berdasarkan metode pelaksanaan dilapangan demi keselamatan kendaraan yang melintas.

References

Artiwi,dkk, (2022), Analisa Perbandingan Penggunaan Expantion Joint Jembatan Jenis Asphaltic Plug Joint Dengan Finger Joint Pada Jalan Tol Tangerang – Merak. Journal Josce, Program Studi Teknik Sipil Universitas Banten Jaya.

Abdurrochim. Ahmad, (2000), Siar Muai Jembatan Asphaltic Plug Joints, Pusat Litbang Prasarana Transportasi.

Badan Standarisasi Nasional, (2016), Pembebanan Untuk Jembatan, SNI 1725:2016, Jakarta.

Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan), Departemen Pekerjaan Umum (PU), (2012), Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan, Pusat Litbang Prasarana Transportasi, Bandung.

BMS – 1992.

Bridge Management System (BMS), (2017), Panduan Perencanaan Jembatan Volume 2 (Bridge Design Manual Section 8, 9 & 10) (No. 18/SE/Db/2017).

Bridge Management System (BMS), (2022), Pedoman Pemeriksaan Jembatan No.01/P/BM/2022.

B. Zuada Coelho, dkk, (2013) Dynamics of Modular Expansion Joints: The Martinus Nijhoff Bridge. ScienceDirect. Volume 48, Hal 144-154

Caicedo Juan M, Wieger Glen, dan Ziehl Paul, (2011) Simplifying Bridge Expansion Joint Design and Maintenance, Rosap, FHWA-SC-11-03, 10-19

Departemen Pekerjaan Umum Pd-T-13-2005-B, (2005), “Pelaksanaan Pemasangan Siar Muai Jenis Asphaltic Plug Untuk Jembatan”.

Dexter, R., et al. (1997). Fatigue Criteria for Modular Bridge Expansion Joints. NCHRP Report 402, Transportation Research Board.

Dirjen Bina Marga, (2011), Manual Konstruksi Dan Bangunan No. 001-01/M/2011 Tentang Survei Kondisi Jalan Untuk Pemeliharaan Rutin.

Direktorat Jenderal Bina Marga, (2022), Pedoman Pemeriksaan Jembatan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Gilang Persada Sebayang, (2022), Jenis-Jenis Siar Muai (Expansion Joint), Kapasitas Pergerakan Yang Diakomodir Dan Karakteristiknya.

Hamzah dan Athaya Zhafirah, (2023), Evaluasi Kerusakan Jembatan Komposit dan Jembatan Rangka, Jurnal Konstruksi, Vol.21;No.2, Hal. 243-248.

Issa, Moussa, et.all. On Site Evaluation of Bridge Deck Expantion Joints. Florida Departement of Transportation. Structures Research Center. 1996.

Joao Marques Lima dan Jorge de Brito, (2010), Management System for Expansion Joints of Road Bridge, Taylor&Francis, Volume 6, Hal. 703-714.

Kementrian PUPR Dirjen Bina Marga, (2020), Pemilihan Teknologi Expansion Joint (Siar Muai) Untuk Jembatan Dengan Perkerasan Kaku.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, (2015), Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 11/SE/M/2015 Tanggal 23 April 2015, Pedoman Perencanaan Sambungan Siar Muai Pada Lantai Jembatan.

Liu Zhengyu, Brent M.Pahers, Ph.D., M.ASCE, dan Lowel F. Greiman, Ph.D., F.ASCE (2016), Use of Longitudinal Expansion Joints in Wide-Bridge Applications to Reduce Deck Cracking, Asce Library, Volume 21, 10. https://doi.org/10.1061/(ASCE)BE.1943-5592.0000925.

Musfain, Tumingan dan Sahrullah, (2023), Penilaian Kondisi dan Prediksi Sisa Umur Jembatan Mahulu Kalimantan Timur Menggunakan Bridge Management System (BMS). Teknika, 18 (2), 168-175.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16/PRT/M/2014 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, Jakarta.

Pusat Litbang Prasarana Transportasi Badan Litbang, (2005), Pedoman Pelaksanaan Pemasangan Siar Muai Jenis Asphaltic Plug Untuk Jembatan PU Pd T-132005-B.

RSNI 2833, (2016), Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan.

Rusandi Noor, Elysa Agustilia, (2025), Performance Evaluation of Strip Seal Expansion Joints on Callender-Hamilton Steel Bridges, Agregat, Vol.10 No.2

Soletanche Freyssinet, (2014), Freyssinet Expansion Joints CV1.

SNI 1725, (2016), Standar Pembebanan untuk Jembatan.

SNI T-12-2004, Standar Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan.

Transportation Research Board of The National Academies, (2003), Transportation Research Board 2003 Annual Report.

Wijaya, K., & Supartono, F. X, (2020), Analisis Pengaruh Rangkak Susut Beton Terhadap Tegangan Dan Lendutan Berdasarkan Beberapa Peraturan Pada Jembatan Prategang. JMTS : Jurnal Mitra Teknik Sipil. 1271-1282. https://doi.org/10.24912/jmts.v3i4.8368.

Wilhman Harywijaya, Dkk, (2020), Penilaian Kondisi Jembatan Menggunakan Bridge Management System (BMS) Dan Bridge Condition Rating (BCR), Jurnal Arsip Rekayasa Sipil Dan Perencanaan 3(1), 80-88 (2020).

Published

2026-10-22

Issue

Section

Articles

How to Cite

Muhammad Denny Wardhana, Insan Kamil, & Joko Suryono. (2026). ANALISIS KERUSAKAN EXPANSION JOINT PADA JEMBATAN MANGKURAWANG DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS). Teknika, 21(2), 183-190. https://doi.org/10.26623/teknika.v21i2.12426