Peningkatan Pemahaman Tim Penggerak PKK Dalam Penanganan Stunting di Kelurahan Srondol Wetan

Kukuh Sudarmanto, Zaenal Arifin, Muhammad Junaidi

Abstract


Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) that falls under Goal 2, which aims to eliminate hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieve food security. The prevalence of child stunting in Indonesia is relatively high, including in the Banyumanik Sub-district, Semarang City. Based on data from the Population and Family Planning Agency (Disdalduk KB), Banyumanik Sub-district contributes the third highest number of stunted children in Semarang City, with a total of 314 children. Through situational analysis in the partner location, several priority issues were identified, including the low understanding of stunting among the community in Srondol Wetan Village, the lack of involvement of the PKK (Family Welfare Movement) team in addressing stunting in Srondol Wetan Village, Semarang City, and the need to mitigate the impact of stunting in Srondol Wetan Village.The proposed solution for community engagement is to conduct socialization activities on the legal protection and understanding of stunting management for the PKK team in Srondol Wetan Village. The material provided includes the legal basis and urgency of stunting management regulations, as well as information on the causes and prevention of stunting, and strategies for stunting management. Socialization is conducted through interactive discussions addressing the issues and main solutions related to stunting in Semarang City. Following the socialization activities, there was a 40.2% increase in understanding of stunting management.

 

 

Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Prevalensi anak stunting di Indonesia terbilang cukup tinggi, termasuk yang terjadi di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB), Kecamatan Banyumanik menyumbang anak yang menderita stunting diurutan tiga tertinggi di kota Semarang yaitu sebesar 314 anak. Berdasarkan analisis situasi di lokasi mitra, ditemukan beberapa permasalahan prioritas mitra, yaitu rendahnya pemahaman masyarakat di Kelurahan Srondol Wetan mengenai stunting, kurangnya peran tim penggerak pkk dalam penanganan stunting di Kelurahan Srondol Wetan kota semarang, menekan dampak stunting di Kelurahan Srondol Wetan. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian di masyarakat dengan melakukan sosialisasi tentang perlindungan hukum penanganan stunting dan peningkatan pemahamanan penanganan stuting bagi tim penggerak PKK Kelurahan Srondol Wetan. Pemberian materi tentang daasar hukum  dan urgensi penagturan hukum penanganan stunting dan untuk materi penanganan stunting diberikan materi tentang penyebab dan pencegahan stunting dan materi terakhir tentang penanganan stunting. Sosialisasi dilakukan dengan melakukan tanya jawab tentang persoalan-persoalan dan solusi utamanya terkait masalah stunting di Kota Semarang. Setelah ada sosialisasi peningkatan pemahaman penanganan stunting  maka  ada peningkatan pemahaman dari masyarakat sebesar 40,2 %.


Full Text:

PDF

References


Agustina, Novita. “Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita.” Kemenkes, 2022. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1529/faktor-faktor-penyebab-kejadian-stunting-pada-balita.

Arini, Firlia Ayu, Luh Desi Puspareni, and Iin Fatmawati. “Pkm Pemberdayaan Ibu Dengan Balita Melalui Praktik Pemberian Makanan Bayi Dan Anak Dengan Gizi Seimbang Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukmajaya Kota Depok.” Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat 9, no. 2012 (2017).

Aryastami, and Tarigan. “Kajian Kebijakan Dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting Di Indonesia.” Jakarta, 2017.

Chairunisa, Mariska Bunga. “Delapan Strategi Atasi Stunting Terintegrasi Di Kota Semarang.” Lentera Jawa Tengah. 2022. https://lenterajateng.com/delapan-strategi-atasi-stunting-terintegrasi-di-kota-semarang/.

CST. Kansil. Pengantar Hukum Kesehatan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

Dinkes Provinsi Jawa Tengah. “Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023.” Semarang, 2019.

Gaffar, Syamsul Bakhri, B Muhaemin, Nasrah Natsir, and Muhammad Asri. “PKM Pencegahan Stunting Melalui Pendidikan Keluarga.” Seminar Nasional Hasil Pengabdian 2021, 2021, 1–4.

Haryanti, Tuti, and Nur Hayati. “Penegakan Hukum Hak Asasi Manusia Bagi Anak Penderita Stunting.” Jurnal HAM 10, no. 2 (2019): 249. https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.249-260.

Jamil, Husaini Ilham, and Eka An Aqimuddin. “Tanggung Jawab Indonesia Terhadap Pemenuhan Hak Atas Kesehatan Dalam Kasus Gizi Buruk Di Kabupaten Asmat Dihubungkan Dengan International Covenant on Economic , Social and Cultural Right ( ICESCR ).” Prosiding Ilmu Hukum, 2008, 53–60.

Kurnia, Titon Slamet. Hak Atas Derajat Kesehatan Optimal Sebagai HAM Di Indonesia. Bandung: PT. Alumni, 2007.

Mardiana, Mardiana, Mursid Tri Susilo, Efa Nugroho, and Latifah Rachamawati. “Pencegahan Stunting Pada Era New Normal Di Puskesmas Sekaran.” Berdikari: Jurnal Inovasi Dan Penerapan Ipteks 10, no. 2 (2022): 205–12. https://doi.org/10.18196/berdikari.v10i2.13240.

Rahmadhita, Kinanti. “Permasalahan Stunting Dan Pencegahannya.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada 11, no. 1 (2020): 225–29. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253.

Singal, Arianti. “Aspek Hukum Peran Pemerintah Melindungi Hak Anak Dakam Memperoleh Pelayanan Kesehatan.” Jurnal Hukum Unsrat 23, no. 9 (2017): 38–52.

Soekidjo, Notoatmodjo. Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

Yuwanti, Yuwanti, Festy Mahanani Mulyaningrum, and Meity Mulya Susanti. “Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Di Kabupaten Grobogan.” Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama 10, no. 1 (2021): 74. https://doi.org/10.31596/jcu.v10i1.704.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/jp.v1i1.6543

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Pedati: Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Pengadian Perguruan Tinggi (Jurnal Pedati) published by Pascasarjana Universitas Semarang Jl. Areteri Soekarno Hatta, Tlogosari, Semarang