Pelatihan Membatik untuk Pelestarian Budaya dan Regenerasi Perajin 0 0

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26623/jp.v4i2.15866

Keywords:

Desa Kertomulyo, Pelestarian Budaya, Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Membatik, Regenerasi Pembatik

Abstract

Batik is one of Indonesia’s intangible cultural heritages that requires sustained preservation efforts, particularly among the younger generation. Kertomulyo Village, Brangsong Subdistrict, Kendal Regency has local potential to develop a batik-making culture, yet batik skills remain limited to a small part of the community. As one of the work programs of the 28th Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM XXVIII) team, this community service activity aims to improve the community’s skills in batik-making while introducing and broadening their knowledge of batik as an effort to preserve local culture. The activity, titled Community Empowerment through Batik Training, was carried out at the Kertomulyo Village Hall and involved youth (Karang Taruna), members of the Family Welfare Movement (PKK), and the wider community of Kertomulyo Village. The method consisted of preparation, socialization, delivery of material on the history and philosophy of batik, hands-on practice of basic batik techniques, and evaluation. Results show that participants were able to recognize and practice the basic techniques of batik-making, and interest emerged, especially among youth, in continuing to develop this skill. The training strengthened participants’ understanding of batik as part of Kertomulyo Village’s local cultural identity and opened opportunities for the regeneration of batik artisans. Sustained mentoring is recommended so that batik-making in Kertomulyo Village can grow into a creative economic activity while preserving local cultural heritage.

 

Batik merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang memerlukan upaya pelestarian secara berkelanjutan, terutama di kalangan generasi muda. Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal memiliki potensi lokal untuk mengembangkan budaya membatik, namun keterampilan membatik masyarakat masih terbatas pada sebagian kecil warga. Sebagai salah satu program kerja Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Angkatan XXVIII, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membatik sekaligus memperkenalkan dan memperluas pengetahuan mengenai batik kepada masyarakat Desa Kertomulyo sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan yang diberi nama Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Membatik ini dilaksanakan di Balai Desa Kelurahan Kertomulyo dengan melibatkan Pemuda (Karang Taruna), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan masyarakat Desa Kertomulyo. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, penyampaian materi tentang sejarah dan filosofi batik, praktik langsung teknik dasar membatik, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengenal dan mempraktikkan teknik dasar membatik dengan baik, serta munculnya ketertarikan, khususnya di kalangan pemuda, untuk melanjutkan dan mengembangkan keterampilan tersebut. Pelatihan ini juga memperkuat pemahaman peserta terhadap batik sebagai bagian dari identitas budaya lokal Desa Kertomulyo serta membuka peluang regenerasi pembatik di masa mendatang. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar program kerja ini dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat maupun tim KKN PPM periode selanjutnya, sehingga kegiatan membatik di Desa Kertomulyo dapat berkembang menjadi sumber ekonomi kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.

References

Adi, N. P., Murtafiah, I., & Efendi, A. K. D. (2025). Revitalisasi Tradisi Membatik untuk Mempertahankan Identitas Budaya Lokal di Desa Ropoh. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.62017/jpmi.v3i1.5829

ELEC. (2026). Alat dan Proses Membatik. In Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/02/210000369/alat-dan-proses-membatik

Gani, M. H., Widdiyanti, Yandri, & Akbar, T. (2022). Pelatihan Batik Tulis dan Batik Ecoprint di Kampung Tobiang Rumah Baca Art Lab Nagari Sungai Talang Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Abdidas, 3(3), 572–579. https://doi.org/10.31004/abdidas.v3i3.630

Hasnawati, H., Nurdin, A. E., Satriadi, S., Sahnir, N., & Hotimah, H. (2026). Pelatihan Batik Tulis bagi Komunitas Peduli Makassar sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni Dan Desain, 5(1). https://doi.org/10.26858/srq.v5i1.85103

Inayah, F., Wulandari, S. R., Hamka, D. W., Kurniawan, R., & Izmi, S. A. (2023). Pelatihan Batik Tulis Berbasis Kearifan Lokal untuk Peningkatan Keterampilan Siswa SMA Negeri 4 Pare-Pare. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri (JPMM), 1(2). https://doi.org/10.55642/jpmm.v1i02.465

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice-Hall.

Kusumaningtyas, M., Wardhani, P. S., & Wulansari, D. (2025). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Batik: Menggali Kreativitas dan Melestarikan Warisan Budaya. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 6(3), 1461–1470. https://doi.org/10.26874/jakw.v6i3.1070

Mahayanti, N. K. T., Paramita Pika, P. A. T., Gebiyantika Putri, N. N., & Johnny Alberta, N. A. (2025). Peningkatan Keterampilan Membatik Generasi Muda Melalui Pelatihan Hands-on Learning. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 4570–4576. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.6778

Mufrodi, Z., Evitasari, R. T., Bhakti, C. P., & Robi’in, B. (2022). Peningkatan Keterampilan Mahasiswa dalam Project Based Learning melalui Pelatihan Membatik dan Pewarnaan Alami. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3). https://doi.org/10.24198/kumawula.v5i3.37565

Nurcahyanti, D., Sachari, A., Destiarmand, A. H., & Sunarya, Y. Y. (2021). Artisans Regeneration Model: Culture Sustainability Effort for Creativity and Indigenous Skill. Asian Research Journal of Arts & Social Sciences, 15(3), 45–52. https://doi.org/10.9734/ARJASS/2021/v15i330260

Sedjati, D. P., & Estikasari, Y. (2021). Pelatihan Seni Membatik Bagi Masyarakat Desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Jurnal Pengabdian Seni, 2(2). https://doi.org/10.24821/jps.v2i2.5925

Syakir, Sobandi, B., Fathurrahman, M., Isa, B., Anggraheni, D., & Verayanti R., S. (2022). Tamarind (Tamarindus indica L.): Source of Ideas Behind the Semarang Batik Motifs to Strengthen Local Cultural Identity. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 22(1). https://doi.org/10.15294/harmonia.v22i1.36579

Trixie, A. A. (2020). Filosofi Motif Batik sebagai Identitas Bangsa Indonesia. FOLIO, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.37715/folio.v1i1.1380

UNESCO. (2009). Indonesian Batik. In UNESCO Intangible Cultural Heritage. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-batik-00170

Usop, L. S., & Usop, T. B. (2021). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Dayak dalam Mengembangkan Batik Benang Bintik di Kalimantan Tengah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 405–413. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1502

Downloads

Published

2026-10-29

Issue

Section

Articles