Peningkatan Nilai Ekonomi Herbal Lokal melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Jamu Instan
DOI:
https://doi.org/10.26623/jp.v4i1.14676Keywords:
Herbal Lokal, Jamu Instan, Nilai Ekonomi, Pelatihan, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
This community service activity aimed to enhance the economic value of local herbal products through socialization and training on instant herbal medicine processing. The program was conducted in response to the limited utilization of local herbal plants, which are generally consumed traditionally or sold as raw materials with relatively low economic value. In addition, the community faced constraints in product processing, packaging, and marketing skills, limiting opportunities for developing herbal-based businesses. The activity employed a participatory empowerment approach consisting of needs identification, socialization sessions, hands-on training in instant herbal medicine production, and simple marketing assistance. Participants were introduced to the processing of local herbs such as ginger and turmeric into practical and marketable instant herbal products. The results indicated an improvement in participants’ knowledge and skills regarding herbal processing, product packaging, and basic marketing strategies. Participants were able to independently practice the production process and understand the importance of product quality and attractive packaging in increasing market competitiveness. The program also strengthened community awareness of local business opportunities based on herbal resources. The implication of this activity is the creation of greater opportunities for community-based entrepreneurship, increased family income, and sustainable utilization of local herbal resources to support local economic development.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi herbal lokal melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan jamu instan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan tanaman herbal lokal yang umumnya hanya dikonsumsi secara tradisional atau dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah. Selain itu, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan, pengemasan, serta pemasaran produk herbal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan praktik pembuatan jamu instan, serta pendampingan sederhana terkait pemasaran produk. Peserta diberikan pelatihan pengolahan tanaman herbal lokal, seperti jahe dan kunyit, menjadi produk jamu instan yang lebih praktis dan memiliki nilai tambah ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk herbal. Peserta mampu mempraktikkan pembuatan jamu instan secara mandiri serta memahami pentingnya kualitas produk dan kemasan yang menarik untuk meningkatkan daya saing. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peluang usaha berbasis herbal lokal. Implikasi kegiatan ini adalah terbukanya peluang pengembangan usaha masyarakat berbasis herbal lokal yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga serta penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
References
Abubakar, A. N. F., Pratama, M. I., Husna, S., & Jumrah, E. (2022). Pengolahan daun eucalyptus menjadi produk herbal sebagai upaya peningkatan ekonomi kelompok tani hutan Buluballea. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 38–46. https://doi.org/10.20956/pa.v7i1.18570
Adhila, G., Nuraini, S., & Rahmah, F. (2024). Pelatihan pembuatan serbuk jamu kunyit asam di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2024. Jurnal Abdi Masyarakat Erau, 4(1), 45–53. https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/889
Al Haromainy, M. M. (2024). Pelatihan pengolahan rempah sebagai minuman herbal instan di lingkungan pondok pesantren. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 3(2). https://jiimat.upnjatim.ac.id/index.php/jiimat/article/view/14
Fatmawati, A. (2021). Sosialisasi pembuatan jamu kekinian dan jamu instan di Dusun Kadibeso, Argodadi, Sedayu, Bantul, DIY. MEDITEG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 39–50. https://mediteg.politala.ac.id/index.php/mediteg/article/view/95
Hardiani, H., Bhakti, A., Zevaya, F., & Dian, N. (2021). Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal Buah Naga menjadi Selai (Studi Kasus Desa Mekar Sari dan Desa Pelawan Jaya). Studium Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 63–70. https://doi.org/10.53867/jpm.v1i2.25
Kusumawati, I., Puspitasari, H. P., Soesilawati, P., Ramadhani, F. A., & Rullyansyah, S. (2024). Pemberdayaan industri herbal skala mikro (UMKM) melalui pelatihan digital marketing strategi. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 183–191. https://doi.org/10.31960/caradde.v7i1.2446
Mahbub, K., Mahfur, M., Indriono, A., Ardianto, H., Sona, S., & Kurniawan, A. (2024). Pemanfaatan potensi jahe menjadi jamu instan berbasis home industri. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(2), 2847–2854. https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/3420
Nugraheni, A., & Kurniawan, B. (2022). Pelatihan pembuatan jamu instan sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat. Jurnal Abdimas Indonesia, 7(1), 45–53.
Pratiwi, E., & Rahmawati, L. (2021). Pemanfaatan jahe sebagai produk minuman herbal instan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Jurnal Pengabdian UMKM, 3(2), 89–97.
Putri, C. F., Suroso, H. C., Wardhani, N. P., & Margono. (2024). Pelatihan dan pendampingan penerapan alat parut dan pemeras rempah UMKM minuman herbal. Abdi Masya, 5(1). https://doi.org/10.52561/abdimasya.v5i1.361
Sulistiawan, A., Setiawan, D., & Nugroho, R. (2023). Pelatihan pembuatan mesin granulator jamu tradisional di Desa Pomahan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Community Development Journal, 4(3), 5745–5751. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/16603
Supriyati, Y., Vivanti, D., & Rahayu, S. (2021). Pelatihan pembuatan minuman herbal instan dengan metode kristalisasi bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 2, Issue 1). https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/snppm/article/view/25707
Wahyuni, S., & Lestari, D. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan herbal lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 112–120.
Wati, H., Rahmawati, D., & Putri, A. (2024). Pelatihan pembuatan jamu milenial berbahan pangan lokal Kalimantan daun kalakai pada ibu PKK Desa Sungai Besar Kabupaten Banjar. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat. https://journal.umpr.ac.id/index.php/pengabdianmu/article/view/8608
Widianto, E., Kartika, D., Qoiriyah, M. A., Aini, H. P. N., & Krisnawati, I. (2022). Pelatihan pengolahan hasil tanaman jeruk menjadi produk bernilai ekonomis di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 6(2). https://doi.org/10.30595/jppm.v6i2.8765
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Perguruan Tinggi (Jurnal Pedati)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.
