Transformasi Lingkungan Melalui OASE 1415: Strategi Penghijauan Guna Mewujudkan Kawasan Sehat dan Edukatif Mandiri

Authors

  • Nuke Winda Nathania Universitas Semarang
  • Rifan Adi Kurniawan Universitas Semarang
  • Muhammad Rafli Ardiansyah Universitas Semarang
  • Fira Aulia Universitas Semarang
  • Laura Setiawan Universitas Semarang
  • Indra Lavida Universitas Semarang
  • Fitria Maya Lestari Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26623/jp.v4i1.14643

Keywords:

Edukasi Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Penghijauan, Tanaman Obat Keluarga, TOGA

Abstract

This community service activity aimed to transform underutilized open spaces into healthy, educational, and self-sustaining green areas based on Family Medicinal Plants (TOGA) through the OASE 1415 (Optimization of Healthy and Ecological Areas) program. The problems addressed included limited utilization of open spaces, low use of TOGA as a family health resource, and low levels of environmental awareness and health literacy. The method employed was a participatory community empowerment approach involving seven PKK women in site observation, land cleaning, area arrangement, planting media preparation, TOGA cultivation, educational activities, and simple monitoring. The findings revealed that the previously neglected area was successfully transformed into a cleaner, greener, and more productive TOGA garden. Evaluation results showed an increase in community understanding of TOGA utilization and the importance of environmental greening from 45% in the pre-test to 90% in the post-test. In addition, community participation, environmental health literacy, and waste management awareness improved through the reuse of discarded water gallons as planting media. The implications indicate that the OASE 1415 program can serve as a sustainable community-based greening model by integrating environmental, health, and educational aspects within a participatory space.

 

Pengabdian ini bertujuan mentransformasi ruang terbuka yang kurang terawat menjadi kawasan hijau berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang sehat, edukatif, dan mandiri melalui program OASE 1415 (Optimalisasi Area Sehat dan Ekologi). Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya pemanfaatan ruang terbuka, terbatasnya penggunaan TOGA sebagai sumber kesehatan keluarga, serta rendahnya kesadaran lingkungan dan literasi kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan tujuh ibu PKK dalam observasi lokasi, pembersihan lahan, penataan area, penyediaan media tanam, penanaman TOGA, edukasi, dan monitoring sederhana. Temuan menunjukkan bahwa area yang sebelumnya kurang terawat berhasil ditransformasi menjadi taman TOGA yang lebih bersih, hijau, dan produktif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA dan pentingnya penghijauan lingkungan dari 45% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Selain itu, partisipasi masyarakat, literasi kesehatan lingkungan, dan kesadaran pengelolaan limbah meningkat melalui pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa program OASE 1415 dapat menjadi model penghijauan berbasis komunitas yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, kesehatan, dan edukasi dalam satu ruang partisipatif.

References

Aminuddin, A., Supetran, I. W., & Nurmalisa, B. E. (2022). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora, 2(1), 25–32. https://doi.org/10.33860/jpml.v2i1.3479

Annisa, Sayyid Ahmad Zakir, Redhana Aulia, Hatimah, Noorjenah, Rosita Rahmi, & Kholda Assyfa. (2025). Pemberdayaan Lahan Produktif Melalui Penanaman TOGA: Solusi Berkelanjutan Untuk Kesehatan Masyarakat. Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 2(2), 108–117. https://doi.org/10.65255/jipmas.v2i2.205

Aristyowati, A., & Ellisa, E. (2021). An Overview of Ecotherapy-Based Activities in Urban Green Spaces Design. Journal of International Conference Proceedings, 4(1), 38–57. https://doi.org/10.32535/jicp.v4i1.1123

Arjona-García, C., Blancas, J., Beltrán-Rodríguez, L., López Binnqüist, C., Colín Bahena, H., Moreno-Calles, A. I., Sierra-Huelsz, J. A., & López-Medellín, X. (2021). How does urbanization affect perceptions and traditional knowledge of medicinal plants? Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 17(1), 48. https://doi.org/10.1186/s13002-021-00473-w

Cahyaningsih, R., Phillips, J., Magos Brehm, J., Gaisberger, H., & Maxted, N. (2021). Climate change impact on medicinal plants in Indonesia. Global Ecology and Conservation, 30, e01752. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2021.e01752

Garbhani, A. A. I. H., Wicaksana, I. G. A. T., & Nuryanto, I. K. (2022). Peningkatan Kesehatan Keluarga Melalui Pemberdayaan Pkk Dalam Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Di Desa Kesiman Petilan. Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 1(2), 113–119. https://doi.org/10.37294/jai.v1i2.391

Hamidah, R., Sari, D. M., Mayasari, D., & Halim, N. (2017). Penanaman Toga Sebagai Wujud Cinta Lingkungan. Jurnal Abadimas Adi Buana, 1(2), 65–72. https://doi.org/10.36456/abadimas.v1.i2.a961

Mughal, M. O., Kubilay, A., Fatichi, S., Meili, N., Carmeliet, J., Edwards, P., & Burlando, P. (2021). Detailed investigation of vegetation effects on microclimate by means of computational fluid dynamics (CFD) in a tropical urban environment. Urban Climate, 39, 100939. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2021.100939

Priya, U. K., & Senthil, R. (2021). A review of the impact of the green landscape interventions on the urban microclimate of tropical areas. Building and Environment, 205, 108190. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2021.108190

Pudjowati, J., Abdurrahman, T., Pratiwi, E. P., Baqi, R. N., & Syafitri, A. K. (2021). Community Empowerment Through Homegrown Medicinal Plants and The “Wedang Uwuh” Herbal Beverage Cultivation in Seketi Hamlet. Journal of Community Practice and Social Welfare, 1(2), 1–15. https://doi.org/10.33479/jacips.2021.1.2.1-15

Sabar, A., & Ardayanti, K. (2022). Pendampingan Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Edukasi Pengolahan Tanaman Obat yang Telah Ditanam pada Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) KTH Buntu Lumu Lestari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 4(3), 30–34. https://doi.org/10.51933/jpma.v4i3.878

Simamora, F. A., Daulay, N. M., & Hidayah, A. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Kelurga (TOGA) di Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 4(3), 199–203. https://doi.org/10.51933/jpma.v4i3.949

Sulaiman, A. I., Masrukin, M., & Putri, D. D. (2022). Community Empowerment Program Based on Green Economy in Preserving Herbs as Local Wisdom. Sustainable Development Research, 4(2), p14. https://doi.org/10.30560/sdr.v4n2p14

Teixeira, C. F. B. (2021). Green space configuration and its impact on human behavior and URBAN environments. Urban Climate, 35, 100746. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2020.100746

Wei, J., Li, H., Wang, Y., & Xu, X. (2021). The Cooling and Humidifying Effects and the Thresholds of Plant Community Structure Parameters in Urban Aggregated Green Infrastructure. Forests, 12(2), 111. https://doi.org/10.3390/f12020111

Downloads

Published

2026-06-05

Issue

Section

Articles