Mewujudkan Pendaftaran Tanah Yang Responsif Pada Era Disrupsi Sebagai Penunjang Kesejahteraan Rakyat

Muhammmad Aziz Zaelani, Wahyu Beny Mukti Setiyawan, Fery Dona

Abstract


This article aims to examine the importance of realizing responsive land registration in the era of disruption to support people's welfare and examine the form of responsive land registration in the era of disruption to support people's welfare. Land registration has a high urgency because it is one of the elements in supporting the welfare of the people. This welfare is related to legal certainty and the fulfillment of governance needs which is manifested in guaranteeing legal protection for land management. However, there are still various problems related to land registration, especially in the era of disruption that demands optimization of technology. Therefore, changes are needed with responsive land registration as a solution. This article includes normative legal research with a statutory and conceptual approach. The urgency is to show a prescriptive on what should be applied to the legal issues under study, especially finding a form of land registration that is responsive in the era of disruption. The results show: (i) The urgency of realizing responsive land registration in the era of disruption to support people's welfare is that there are still land conflicts, the need for an efficient land registration mechanism and maximizing technology; (ii) Responsive forms of land registration in the era of disruption to support people's welfare are realized by: efficiency of land registration by means of information technology, optimization of responsive land registration by expanding community participation facilities, and accountability of land registration by revitalizing land stakeholders.

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji  pentingnya mewujudkan pendaftaran tanah responsif pada era disrupsi sebagai penunjang kesejahteraan rakyat, dan mengkaji tentang bentuk pendaftaran tanah responsif pada era disrupsi sebagai penunjang kesejahteraan rakyat. Pendaftaran tanah penting untuk menunjang kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan berkaitan dengan jaminan perlindungan hukum pengelolaan tanah. Masih terdapat permasalahan pendaftaran tanah pada era disrupsi yang menuntut optimalisasi teknologi menghadapi perubahan. Diperlukan perubahan pendaftaran tanah responsif sebagai jalan keluar. Artikel ini termasuk penelitian hukum normatif, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder, analisis deduktif dengan pendekatan perundangan serta konseptual. Hasil penelitian menunjukkan: urgensi mewujudkan pendaftaran tanah responsif pada era disrupsi sebagai penunjang kesejahteraan rakyat adalah maraknya konflik pertanahan, kebutuhan mekanisme pendaftaran tanah yang efisien dan memaksimalkan teknologi;  bentuk pendaftaran tanah responsif pada era disrupsi diwujudkan dengan efisiensi pendaftaran tanah dengan teknologi informasi, optimalisasi pendaftaran tanah responsif dengan memperluas partisipasi masyarakat, akuntabilitas pendaftaran tanah dengan revitalisasi stakeholder pertanahan.

 

 

 


Keywords


Disruption; Land Registration; Responsive

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman. “Penyelesaian Sengketa Pertanahan.” Buletin LMPDP-Land: Media Pengembangan Kebijakan Pertanahan, 2009.

Anjaeni, Rahma. “Sepanjang 2019 Kementerian ATR/BPN Tangani 3.230 Kasus Sengketa Pertanahan.” Kontan.Co.Id, 2021. https://nasional.kontan.co.id/news/sepanjang-2019-kemterian-atrbpn-tangani-3230-kasus-sengketa-pertanahan.

Apriani, Desi, and Arifin Bur. “Kepastian Hukum Dan Perlindungan Hukum Dalam Sistem Publikasi Pendaftaran Tanah Di Indonesia.” Jurnal Bina Mulia Hukum 5, no. 2 (2020): 220–39. https://doi.org/https://doi.org/10.23920/jbmh.v5i2.11.

Ardani, Mira Novana. “Tantangan Pelaksanaan Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Dalam Rangka Mewujudkan Pemberian Kepastian Hukum.” Jurnal Gema Keadilan 1, no. 268–286 (2019): 3. http://www.albayan.ae.

Arimbi Rahmadiani. “Tangani Konflik Agraria, Kementerian ATR/BPN Gelar ForumKajian.” Kompas.Com. 2021. https://properti.kompas.com/read/2019/10/06/211426321/Tangani.Konflik.Agraria.Kementerian.ATR.BPN.Gelar.Forum.Kajian.

BPN. “Program Penanganan Kasus-Kasus Pertanahan.” bpn.go.id, 2021. http://www.bpn.go.id/ Program/PenangananKasus-Pertanahan.

Charles D. Reid, Jr. “Judicial Precedent in the Late Eighteenth and Early Nineteenth Centuries: A Commentary on Chancellor Kent’s Commentaries.” Ave Maria Law Review 5, no. 47 (2007): 52–70.

Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Djambatan, 2002.

Ismail, Nurhasan. Hukum Agraria: Dalam Tantangan Perubahan. Malang: Setara Press, 2018.

Isnaeni, Diyan. “Kebijakan Landreform Sebagai Penerapan Politik Pembaharuan Hukum Agraria Yang Berparadigma Pancasila.” JU-Ke (Jurnal Ketahanan Pangan) 1, no. 2 (2017): 83–97.

Joshua Melvin Arung La’bi, Nur, Sri Susyanti, and Kahar Lahae. “Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Tehadap Tanah Tongkonan.” Supremasi 16, no. 1 (2021): 118–31. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26858/supremasi.v16i1.20548.

Kasali, Rhenald. Self Disruption. Mizan Media Utama, 2018.

Khairuddin, S. S. Pembangunan Masyarakat. Pertama. Jogjakarta: Liberty, 2000.

Marryanti, Septina, and Yudha Purbawa. “Optimization of Factors That Affect The Success of Complete Systematic Land Registration.” BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan 4, no. 2 (2018): 190–207.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Peter Mahmud Marzuki, 2005.

Parlindungan, A.P. “Pendaftaran Tanah Di Indonesia.” Jurnal Magister Ilmu Hukum 2, no. 2 (2017): 23–28.

Pesch, U. “The Publicness of Public Administration.” Administration & Society 40, no. 2 (2008): 170.

Prakoso, Bhim. “Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Sebagai Dasar Perubahan Sistem Publikasi Pendaftaran Tanah.” Journal of Private and Economic Law 1, no. 1 (2021): 63–82. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jpel.v1i1.23859.

Sakti, Trie. “Kajian Lembaga Penjaminan Dalam Pendaftaran Tanah Sistem Negatif Untuk Memberikan Kepastian Hukum Atas Tanah,” 2019.

Salim, Agus. “Penyelesaian Sengketa Hukum Terhadap Pemegang Sertifikat Hak Milik Dengan Adanya Penerbitan Sertifikat Ganda.” Jurnal USM Law Review 2, no. 2 (2019): 174. https://doi.org/10.26623/julr.v2i2.2269.

Sari, Embun, Muhammad Yamin, Hasim Purba, and Rosnidar Sembiring. “Politik Hukum Pengadaan Tanah Terhadap Tanah Abrasi Pasca Diberlakukan Undang-Undang Cipta Kerja.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 1 (2022): 50–67. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/jic.v7i1.4390.

Selznick, Philippe Nonet and Philip. Law and Society in Transition: Toward Responsive Law. New York: Harper & Row, 1978.

Soehino. Ilmu Negara. Jogjakarta: Liberty, 1993.

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 1981.

Sukmana, Oman. “Konsep Dan Desain Negara Kesejahteraan (Welfare State).” Jurnal Sosial Politik 2, no. 1 (2017): 103. https://doi.org/10.22219/sospol.v2i1.4759.

Susanto, Vendi Yhulia. “Tahun Ini Kementerian ATR Fokus Tangani 1.201 Sengketa Pertanahan,”.” Kontan.Co.Id, 2021. https://nasional.kontan.co.id/news/tahun-ini-kementerian-atr-fokus-tangani-1201-sengketa-pertanahan.

Wibawa, Raden Ari Setya. “Kajian Yuridis Atas Proses Sertifikat Hak Atas Tanah Wakaf Yang Berstatus Letter C Di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang.” Jurnal USM Law Review 2, no. 2 (2019): 274. https://doi.org/10.26623/julr.v2i2.2274.

Witte, Jennei and. “No Title,” 2021.

Yamin, Muhammad, and Zaidar Zaidar. “Pendaftaran Tanah Dalam Mewujudkan Kepastian Hukum Atas Kepemilikan Tanah Dan Upaya Meminimalisir Konflik Pertanahan.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan 13, no. 2 (2018): 201–10. https://doi.org/10.33059/jhsk.v13i2.911.

Zevenbergen, Jaap. “System of Land Registration: Aspects and Effects.” Delft: Geodesy, 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i1.4877

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JURNAL USM LAW REVIEW

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal USM LAW REVIEW : Journal Law by Department of Pascasarjana, Magister Hukum Universitas Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.