Kedudukan Dan Peran Organisasi Profesi Advokat Terhadap Advokat Yang Berhadapan Dengan Hukum

Bramedika Kris Endira, Muhammad Junaidi, Diah Sulistyani Ratna Sediati, Amri Panahatan Sihotang

Abstract


This study aims to determine the role of an advocate organization, in this case: The Indonesian Advocates Association (Peradi) in maintaining the dignity of its advocates who are addressing the law. Sociologically, the advocate profession is a free and independent profession and is responsible for law enforcement. However, juridically, because advocates are "law enforcers", as regulated in Article 5 paragraph 1 of the Advocate Act Number 18/2003, they are obliged to carry out their professional duties to defend cases that are their responsibility by adhering to the professional code of ethics. and laws and regulations. The approach used in this study is a normative juridical approach. This is clearly and evidently regulated in Article 15 of the Advocate Act Number 18/2003. The Indonesian Advocates Association Organization (Peradi) is expected to always be present in maintaining the advocate profession, especially in relation to the Immunity Rights of its advocates. The role of the Advocate organization of the Indonesian Advocates Association (Peradi) must be optimal in maintaining the dignity and prestige of Advocates who are in conflict with the law so that its Advocates are more competent in handling cases.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peranan Organisasi Advokat dalam hal ini Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dalam menjaga marwah dan martabat Advokat yang berhadapan dengan hukum. Secara sosiologis, profesi Advokat adalah profesi yang bebas dan mandiri serta bertanggung jawab dalam penegakan hukum. Namun, secara yuridis, karena Advokat merupakan “penegak hukum”, sebagaimana diatur di dalam Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003, maka berkewajiban untuk menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut secara terang dan jelas diatur di dalam Pasal 15 Undang-undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003. Pendekatan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  pendekatan  yuridis normatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa organisasi profesi hadir dalam menjaga profesi Advokat khususnya terkait dengan hak imunitas Advokat. Peranan Organisasi Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) harus optimal dalam menjaga marwah dan martabat Advokat yang berhadapan dengan hukum agar para anggotanya lebih berkompeten dalam penanganan perkara.


Keywords


Advocate; Advocate Organization; Law Advocate Organization; Law

References


Amir, Ari Yusuf. Strategi Bisnis Jasa Advokat. Jogjakarta: Navila Idea, 2008.

Ansari. “Implementasi Manajemen Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Dalam Menyelenggarakan Pendidikan Pendidikan Khusus Profesi Advokat.” Jurnal Al Mabsut 13, no. 2 (2019): 23–41.

Cahyani, Fenny, Muhammad Junaidi, Zaenal Arifin, and Kadi Sukarna. “Kedudukan Hak Imunitas Advokat Di Indonesia.” USM Law Review 4, no. 1 (2021): 146–60. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v4i1.3328.

Candra, Firman. Kode Etik Advokat Dan Pararegal. Lembakum Dan Fataour Publishing, 2019.

Danialsyah. Syahfira, Dina. “Kedudukan Advokat Terhadap Klien Dalam Mendampingi Pemeriksaan Perkara Pidana Di Tingkat Penyidikan.” Jurnal Hukum Dan Kemasyarakatan Al-Hikmah 2, no. 1 (2021): 160–70.

Eleanora, Fransiska Novita. “Kode Etik Advokat Sebagai Pedoman Dalam Penegakan Hukum.” Hukum Dan Dinamika Masyarakat 12, no. 0854 (2014): 101–8. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36356/hdm.v12i1.344.

Gunawan. “Kedudukan, Peran Dan Fungsi Advokat Dalam Proses Peradilan Pidana.” Pemuliaan Hukum 1, no. 1 (2018): 47–72. https://doi.org/https://doi.org/10.30999/jph.v1i1.934.

Johnny Ibrahim. Teori Dan Metode Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia, 2006.

Maemunah, Siti. “Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Kode Etik Yang Dilakukan Oleh Advokat.” Jurnal Juristic 2, no. 2 (2003): 178–90.

Manurung, Darwis. “Tinjauan Yuridis Terhadap Peran Dan Fungsi Advokat.” Borneo Law Review 3, no. 1 (2019): 73–95. https://doi.org/https://doi.org/10.35334/bolrev.v3i1.

Muhammad Khambali. “Hak Imunitas Advokat Tidak Tak Terbatas.” Cakreawala Hukum 14, no. 1 (2017): 18–29.

Nora, Mutiara, Peace Hasibuan, Mujiono Hafidh Prasetyo, Magister Ilmu, Hukum Fakultas, and Universitas Diponegoro. “Kedudukan Advokat Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 1 (2022): 159–76. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/jic.v7i1.4629.

Palgunadi, Patria. “Reposisi Bantuan Hukum Secara Probono Oleh Organisasi Bantuan Hukum Dalam Kajian Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum.” Jurnal USM Law Review 1, no. 2 (2018): 202. https://doi.org/10.26623/julr.v1i2.2253.

Pangaribuan, Luhut M.P. Advokat Organisasi Dan Kedudukannya Dalam Kekuasaan Kehakiman. Papas Sinar Sinanti, 2021.

Puteri, Rizqi Purnama, Muhammad Junaidi, and Zaenal Arifin. “Reorientasi Sanksi Pidana Dalam Pertanggungjawaban Korporasi Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 3, no. 1 (2020): 98–111. https://doi.org/10.26623/julr.v3i1.2283.

Ratnaningsih, Erna. “Pembelaan Terhadap Profesi-Advokat.” binus.ac.id, 2016. https://business-law.binus.ac.id/2016/02/25/pembelaan-terhadap-profesi-advokat/.

Samuel Saut Martua Samosir. “Urgensi Peran Pemerintah Dalam Organisasi Profesi Advokat.” Jurnal Konstitusi 14, no. 3 (2017).

Setiawan, Harry. “Kewenangan Organisasi Advokat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Advokat Suatu Kajian Permenristekdikti No. 5 Tahun 2019 Tentang Program Profesi Advokat (PPA).” Jurnal USM Law Review 2, no. 2 (2018): 254. https://doi.org/10.26623/julr.v2i2.2273.

Sinaga, Niru Anita. “Kode Etik Sebagai Pedoman Pelaksanaan Profesi Hukum Yang Baik.” Ilmiah Hukum Dirgantara 10, no. 2 (2020): 1–34.

Sinaga, V. Harlen. Dasar-Dasar Profesi Advokat. Jakarta: Erlangga, 2011.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.

Widodo, Muhammad Fajar Sidiq, Sudarsono Sudarsono, and Bambang Winarno. “Kedudukan Organisasi Advokat Sebagai Wadah Tunggal Profesi Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 3, no. 2 (2018): 149. https://doi.org/10.17977/um019v3i2p149-158.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i1.4841

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JURNAL USM LAW REVIEW

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal USM LAW REVIEW : Journal Law by Department of Pascasarjana, Magister Hukum Universitas Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.