Kedudukan Pengungsi Taliban di Indonesia Ditinjau dari Asas Non-Refoulement

M. Andhika Fikri Brilianto, Anwar Hanifuddin Fikri, Ika Kurnia Hardianty

Abstract


The purpose of this study is to describe the principle of Non-Refoulement, whether the application of the principle of Non-Refoulement is absolute or not, how urgent it is for Indonesia to apply the principle of Non-Refoulement, and how the position of Afghan refugees in Indonesia when viewed from the principle of Non-Refoulement and whether there are any sanctions obtained by Indonesia if it expels Afghan refugees from its territory. What is interesting to study is how the position of the Taliban refugees in Indonesia is viewed from the principle of Non-Refoulement, because the existence of these refugees is part of the law and the international community which indirectly involves Indonesia. The novelty of this research lies in the object studied, namely Afghan refugees and the principle of Non-Refoulement without involving other interdisciplinary legal aspects. The research method used is deductive qualitative. The results showed that the Non-Refoulement principle is a prohibition principle for expulsion of refugees, the application of the Non-Refoulement principle is not absolute based on article 33 paragraph 2 of the 1951 Convention, and Indonesia has no urgency to apply the Non-Refoulement principle. Furthermore, the position of Afghan refugees in Indonesia is as a transiting refugee and has rights in accordance with the 10 points of refugee position listed in the 1951 Convention, and no sanctions are applied if Indonesia does not accept the arrival of refugees to its country.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan prinsip Non-Refoulement, apakah penerapan prinsip Non-Refoulement itu mutlak atau tidak, bagaimana urgensi bagi Indonesia untuk menerapkan prinsip Non-Refoulement, dan bagaimana kedudukan pengungsi Afghanistan di Indonesia bila ditinjau dari prinsip Non-Refoulement serta apakah ada sanksi yang didapat oleh Indonesia jika mengusir pengungsi Afghanistan dari wilayahnya. Hal yang menarik untuk dikaji adalah bagaimana kedudukan pengungsi Taliban di Indonesia ditinjau dari asas Non-Refoulement, karena keberadaan pengungsi ini menjadi bagian dari hukum dan masyarakat internasional yang secara tidak langsung melibatkan Indonesia. Kebaharuan penelitian ini terletak pada objek yang dikaji yaitu pengungsi Afghanistan dan asas Non-Refoulement tanpa melibatkan aspek hukum interdisipliner lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas Non-Refoulement merupakan prinsip pelarangan untuk pengusiran pengungsi, penerapan asas Non-Refoulement tidak mutlak berdasarkan Pasal 33 ayat 2 Konvensi 1951, dan Indonesia tidak memiliki urgensi untuk menerapkan prinsip Non-Refoulement. Lebih lanjut, kedudukan pengungsi Afghanistan di Indonesia adalah sebagai pengungsi yang singgah dan memiliki hak-hak sesuai dengan 10 poin kedudukan pengungsi yang tercantum pada Konvensi 1951, serta tidak ada sanksi yang diterapkan apabila Indonesia tidak menerima kedatangan pengungsi ke negaranya.

 

 


Keywords


Immigration Law; Non-Refoulement; Refugees

Full Text:

PDF

References


Arifin, Zaenal, Soegianto Soegianto, and Diah Sulistyani. “Perlindungan Hukum Perjanjian Kemitraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pada Bidang Konstruksi.” Jurnal USM Law Review 3, no. 1 (2020). https://doi.org/10.26623/julr.v3i1.2134.

Bachtiar. Metode Penelitian Hukum. Edited by Oksidelfa Yanto. 1st ed. Tangerang Selatan: UNPAM Press, 2018.

Brayen Antow. “Perlindungan Terhadap Agen Diplomatik Yang Melakukan Pelanggaran Hukum Di Negara Penerima.” Lex Et Societatis 6, no. 10 (2018): 2019. https://doi.org/https://doi.org/10.35796/les.v6i10.22824.

Bubb, Ryan, Michael Kremer, and David I. Levine. “The Economics of International Refugee Law.” Journal of Legal Studies 40, no. 2 (2011). https://doi.org/10.1086/661185.

Cali, Basak, Cathryn Costello, and Stewart Cunningham. “Hard Protection Through Soft Courts? Non-Refoulement Before The United Nations Treaty Bodies.” German Law Journal 21, no. 3 (2020): 355–84. https://doi.org/10.1017/glj.2020.28.

Coen, Alise. “International Order, the Rule of Law, and Us Departures from Refugee Protection.” International Journal of Human Rights 22, no. 10 (2018). https://doi.org/10.1080/13642987.2018.1454910.

Diantha, I Made Pasek. “Metodologi Penelitian Hukum Normatif.” Teori Metodologi Penelitian A., 2017.

Efendi, Jonaedi, and Johnny Ibrahim. Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris. Kencana. Vol. 2, 2018.

Ernawati, Ninin. “Konsekuensi Hukum Penerapan Dua Kebijakan Australia Selaku Anggota Konvensi Pengungsi Tahun 1951 Di Tinjau Dari Konvensi WINA 1969.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 7, no. 1 (2019). https://doi.org/10.29303/ius.v7i1.591.

Fery Anggriawan, Danang. “Pelanggaran Prinsip Non-Refoulement Terhadap Pengungsi Dan Pencari Suaka Pada Kebijakan Operation Sovereign Borders Serta Implikasinya Bagi Indonesia Sebagai Negara Transit.” Journal of International Relations 2, no. 4 (2016): 250–60. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jihiWebsite:http//www.fisip.undip.ac.id.

Hamid, Noor ‘Ashikin, Mohd Afandi Salleh, Nasa’i Muhammad Gwadabe, Abd Majid Hafiz Mohamed, and Abdullahi Ayoaede Ahmad. “Boko Haram and Humanitarian Crisis in North-East Nigeria.” World Applied Sciences Journal 35, no. 9 (2017). https://doi.org/10.5829/idosi.wasj.2017.1777.1782.

Hardjaloka, Loura. “Studi Perbandingan Ketentuan Perlindungan Pencari Suaka Dan Pengungsi Di Indonesia Dan Negara Lainnya.” Jurnal Legislasi Indonesia 12, no. 1 (2015): 1–31. https://onesearch.id/Record/IOS3876.article-1952?widget=1.

M. Alvi Syahrin. “Dimensi Hak Asasi Manusia Dalam Pelanggaran Kasus Pengungsi Rohingya: Pendekatan Hukum Interdisipliner.” Lex Librum 5, no. 2 (2019): 897–912.

Maing, Skolastika G., and M. Elfan Kaukab. “Dilema Politik Luar Negeri Australia Dalam Penanganan Pengungsi Dan Pencari Suaka.” Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ 8, no. 1 (2021): 28–39. https://doi.org/10.32699/ppkm.v8i1.1529.

Purwono, Prahoro Yudo. “Representasi Perempuan Dalam Dua Ilustrasi Jerman Bertema Hari Perempuan Sedunia Karya Johannes Geisthard.” Kredo : Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra 5, no. 1 (2021): 222–38. https://doi.org/https://doi.org/10.24176/kredo.v5i1.5948.

Rachman, Mohamad Iqbal Jamilurir. “Kerjasama Indonesia Dengan Lembaga-Lembaga Terkait Dalam Penanganan Pengungsi.” Jurist-Diction 1, no. 1 (2018): 262. https://doi.org/10.20473/jd.v1i1.9745.

Rahayu, Rahayu, Kholis Roisah, and Peni Susetyorini. “Perlindungan Hak Asasi Manusia Pengungsi Dan Pencari Suaka Di Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 49, no. 2 (2020). https://doi.org/10.14710/mmh.49.2.2020.202-212.

Rakhmi, Ida Tutia, Mujibussalim Mujibussalim, and Mahfud Mahfud. “Tindak Pidana Yang Dilakukan Pengungsi Internasional Di Indonesia.” Kanun Jurnal Ilmu Hukum 21, no. 1 (2019). https://doi.org/10.24815/kanun.v21i1.11383.

Sakharina, Iin Karita. “Perlindungan Negara Bagi Pengungsi Pada Masa Pandemi Global Covid-19: Kajian Hukum Internasional.” Al-Azhar Islamic Law Review 2, no. 2 (2020). https://doi.org/10.37146/ailrev.v2i2.27.

Saragih, Yasmirah Mandasari, Ahmad Zaharuddin Sani, and Roziya Abu. “Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penyelundupan Manusia Ke Indonesia.” Jurnal USM Law Review Law Review 4, no. 1 (2021): 161. https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3311.

Sari, Ratna Silvana. “Peran United Nations High Commissioner for Refugees (Unhcr) Dalam Menangani Pengungsi Suriah Di Turki.” EJurnal Ilmu Hubungan Internasional 6, no. 2 (2017).

Sheikh, Imrul. “Human Rights Implications of the NonRefoulement & Development.” International Journal for Empirical Education and Research, 2018. https://doi.org/10.35935/edr/25161.

Storey, H. “The 1951 Convention Relating to the Status of Refugees and Its 1967 Protocol: A Commentary.” International Journal of Refugee Law 23, no. 4 (2011). https://doi.org/10.1093/ijrl/eer031.

Sugiyono. “Memahami Penelitian Kualitatif.” Bandung: Alfabeta, 2016.

Yunitasari, Desi. “Analisis Kemampuan Indonesia Dalam Membuat Perjanjian Internasional Menurut Hukum Internasiona(Studi Kasus Tidak Diratifikasinya Konvensi 1951 Dan Protokol 1967).” Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 1, no. 2 (2019): 30–45. https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v1i2.45.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i1.4142

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JURNAL USM LAW REVIEW

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal USM LAW REVIEW : Journal Law by Department of Pascasarjana, Magister Hukum Universitas Semarang is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.