Perpustakaan Sebagai Penjaga Budaya Nusantara dan Tantangan Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality maupun Augmented Reality
DOI:
https://doi.org/10.26623/jisl.v7i1.14674Abstract
Perkembangan teknologi digital menuntut perpustakaan untuk bertransformasi agar tetap relevan bagi generasi digital. Salah satu inovasi yang potensial adalah pemanfaatan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) sebagai media pelestarian budaya. Artikel ini bertujuan mengkaji peran VR dan AR dalam memperkuat fungsi perpustakaan sebagai agen pelestarian budaya nusantara pada era digital. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai penelitian dan laporan terkini yang membahas integrasi teknologi imersif dalam konteks pendidikan dan pelestarian budaya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa VR mampu merekonstruksi artefak maupun ruang budaya secara interaktif, sementara AR memberikan lapisan informasi tambahan yang memperkaya pengalaman nyata. Selain itu, pustakawan berperan penting sebagai fasilitator, edukator, dan promotor dalam pengelolaan serta sosialisasi fasilitas berbasis VR/AR. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi VR dan AR tidak hanya memperkaya akses terhadap warisan budaya, tetapi juga menjaga relevansi perpustakaan di era digital. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan perspektif baru mengenai transformasi perpustakaan berbasis teknologi imersif sebagai strategi pelestarian budaya sekaligus inovasi dalam ilmu perpustakaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish this journal agree to the following terms:
The author owns the copyright and grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License which allows others to share the work with recognition of the authorship of the work and initial publication in the journal.