Strategi Adaptasi Nelayan Dalam Menghadapi Bencana Tubo di Danau Maninjau Nagari Bayua 9 7

Penulis

  • Reza Erinawati Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Yetty Oktayanty Institut Seni Indonesia Padangpanjang image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.26623/jdsb.v28i1.13925

Kata Kunci:

tubo belerang, bencana ekologis, nelayan, strategi adaptasi, Danau Maninjau;

Abstrak

Fenomena tubo belerang merupakan bencana ekologis yang secara berulang terjadi di Danau Maninjau dan berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan, khususnya di Nagari Bayua. Tubo terjadi akibat pembalikan massa air yang mengangkat senyawa beracun ke permukaan danau, yang menyebabkan penurunan kualitas air serta kematian ikan secara massal. Peristiwa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas manusia, terutama pertumbuhan keramba jaring apung yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak bencana tubo terhadap nelayan serta menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan nelayan dalam menghadapi bencana tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari nelayan tangkap, nelayan budidaya keramba jaring apung, serta masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana tubo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bencana tubo berdampak pada penurunan pendapatan nelayan, kerugian ekonomi, serta ketidakpastian mata pencaharian. Dalam menghadapi kondisi tersebut, nelayan menerapkan berbagai strategi adaptasi, antara lain diversifikasi mata pencaharian, pengurangan jumlah keramba, melakukan panen dini serta keterlibatan anggota keluarga dalam membantu perekonomian. Strategi adaptasi tersebut merupakan bentuk tindakan rasional nelayan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah keterbatasan dan risiko bencana yang berulang.

Biografi Penulis

  • Yetty Oktayanty, Institut Seni Indonesia Padangpanjang

    Dosen Pembimbing

Referensi

Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam. (2017). Kabupaten Agam Dalam Rangka Agam Regency In Figures 2017. Agam: Badan Statistik Kabupaten Agam.

Chambers, R. (1988). Sustainable Livelihoods, Environment and Development: Putting Poor Rural People First. Brighton: Institute of Development Studies.

Choirunnisa, L.A.D., Purwaningsih, Y., Prasetyani, D. (2022). Adaptasi Nelayan Pesisir Kabupaten Pacitan Akibat Perubahan Iklim. Jurnal Wilayah dan Lingkungan. 10(2), 166-181. https://doi.org/10.14710/jwl.10.2.166-181

Coleman, J.S. 1990. Foundations of Social Theory. United States: Harvard College.

Dianto, A., (2019). Pembentukan Danau Vulkanik Maninjau. ANZDOC: Puslit Limnologi LIPI. 56, 1-5. https://adoc.pub/pembentukan-danau-vulkanik-maninjau-aan-dianto-puslit-limnol.html

Dewi, S., Syarifuddin., Hakim, L.D.R. (2025). Strategi Adaptasi Nelayan Pada Kegiatan Melaut Dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Kasus Nelayan Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat). SENMASOSIO: Proceeding Seminar Nasional Mahasiswa Sosiologi, 3(1), 296-303. https://proceeding.unram.ac.id/index.php/Senmasosio/issue/view/34

Jusuf, M.I. (2012). Ekologi Daerah Bencana Tsunami Dengan Gangguan Kesehatan. Jurnal Saintek, 6(6), 1-12. https://www.academia.edu/117241167/Ekologi_Daerah_Bencana_Tsunami_Dengan_Gangguan_Kesehatan.

Monadi, A., Iskandal, R., Akbar, M.R. (2020). Perancangan Komik Cerita Rakyat Bujang Sembilan. Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif, 2(2), 37-43. https://doi.org/10.35134/judikatif.v2i2.43

Mutmainnah. (2023). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Nelayan Cumi-Cumi (Loligo sp.) (Studi Kasus Desa Bontokanang, Kec. Galesong Selatan, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 5 Tahun 2014. (2014). Pengelolaan Kelestarian Kawasan Danau Maninjau. Agam: Procedia Manufacturing, 1, 1-17.

Sari, M.M. (2021). Pengetahuan Lokal Petani Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung Mengenai Fenomena tubo Belerang Di Danau Maninjau Nagari Bayua Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Skripsi. Padang: Universitas Andalas.

Smith, A.O., dan Hoffman, S.M. (2020). The Angry Earth: Disaster In Anthropological Perspective. Routledge: Library of Congress Cataloging.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

UU Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Penanggulangan Bencana. 7(3), 213-221.

Wulandari, Y. (2017). Kearifan Ekologis Dalam Legenda ‘Bujang Sembilan’ (Asal Usul Danau Maninjau). Madah: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), https://doi.org/105-114. 10.26499/madah.v8i1.376

Yulkardi., Yunarti., Budiono, A., Putra, A. (2012). Pengalaman Bencana Alam Dan Sistem Tindakan Masyarakat: Persepsi Dan Pola Respon. Jurnal Sosiologi Andalas, 12(1), 117-132. https://adoc.pub/pengalaman-bencana-alam-dan-sistem-tindakan-masyarakat-perse.html

Diterbitkan

2026-06-25

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Erinawati, R., & Oktayanty, Y. (2026). Strategi Adaptasi Nelayan Dalam Menghadapi Bencana Tubo di Danau Maninjau Nagari Bayua. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 28(1), 17-28. https://doi.org/10.26623/jdsb.v28i1.13925