Thrifting Budaya Konsumsi Pakaian Bekas Pada Mahasiswa

Latif Setyo Nugroho

Abstract


Thrift memiliki arti hemat. Thrift juga dapat dikatakan sebagai perilaku sangat berhati hati dalam membelanjakan uang. Pakaian bekas saat ini sedang naik level. Banyak penjual mulai dari kios kios hingga ke thriftshop yang menjual pakaian bekas. Thrift bukanlah trend yang terjadi setahun atau dua tahun lalu saja. Istilah thrifting sudah ada sejak tahun 1760 tepatnya pada saat revolusi industri. Pada saat itu mulai diperkenalkan mass-production of clothing yang dapat merubah cara pandang masyarakat luas tentang dunia fashion. Kemudian masyarakat mulai mulai membeli pakaian dengan harga yang sangat murah. Hal itu menyebabkan munculnya sebuah pemikiran bahwa pakaian merupakan barang sekali pakai (disposable). Masyarakat kemudian menjadi konsumtif dan berakibat pada menumpuknya pakaian bekas. Pada akhirnya pakaian bekas yang menumpuk tersebut digunakan kembali oleh para imigran. Mahasiswa menjadi salah satu peminat kegiatan Thrifting. Trend ini kembali muncuk dan dipopulerkan oleh para artis seperti Kanye West, Kurt Cobain dan masih banyak lagi. Banyaknya penggemar yang dimiliki oleh para artis itu yang membuat mereka mencoba mengikuti gaya sang idola, salah satunya adalah para mahasiswa


Keywords


Thrifting, Secondhand Clothes, Student

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26623/jdsb.v25i3.4624

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Alamat Redaksi: 

Jurnal Dinamika Sosial Budaya  

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Semarang

Jl. Soekarno-Hatta, Pedurungan, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.



Creative Commons License
This work is licensed under a  Creative Commons Attribution 4.0 International License.