Model Pengembangan Desa Wisata Berbasis Festival Budaya Di Dusun Giyanti Kabupaten Wonosobo

Authors

  • Setiawan Wibowo Program Studi Pariwisata Universitas Semarang
  • Nadia Natalia Program Studi Pariwisata Universitas Semarang
  • Rr. Novi Rahmadini Program Studi Pariwisata Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26623/jdsb.v23i2.4532

Keywords:

Festival Budaya, Model Pengembangan, Desa Wisa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan desa wisata yang memiliki potensi budaya dikemas dalam acara festival Rakanan di Dusun Giyanti, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Pengembangan desa wisata berbasis festival budaya dapat dilakukan melalui penerapan 4 aspek yaitu atraksi, aktivitas, pembelian dan partisipasi. sebagai acuan dalam kebijakan pengembangan, yaitu pengembangan dalam hal atraksi, fasilitas, aksesibilitas dan kegiatan. Langkah strategis berikutnya dalam proses pengembangan desa wisata berbasis festival budaya adalah meningkatkan pemetaan potensi budaya regional, meningkatkan kapasitas masyarakat yang sadar budaya, mengelola dana desa melalui BumDes dan penataan desa dengan lingkungan budaya.

References

Allen, J., O Toole, W., McDonnell, I. and Harris, R. (2008), Festival and Special Event Management,4th ed., John Wiley, Milton, Qld

Ali, Hasan. (2015). Tourism Marketing. Center for Academic Publishing Service. Yogyakarta.

Ali, Mohammad. (2014). Memahami Riset Perilaku dan Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Any, Noor. 2009. Management Event. Bandung : Alfabeta.

Creswell, J.W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 2nd Edition. SAGE Publication, California, USA.

Foley, M., McGillivray, D. and McPherson, G. (2012), Event Policy: From Theory to Strategy, Routledge,London.

Getz, D., Andersson, T., and Carlsen, J. (2010). Festival Management Studies. International Journal of Event and Festival Management, 1 (1), 29-59.

Jepson, A.S. and Clarke, A. (2013), Community Festivals and Community Development: Inclusive or Exclusive Events in Robinson et al. Research Themes in Events, CABI, Wallingford, CT.

Lucas, M.J. (2014). The Organizing Practices of A Community Festival Journal of Organizational Ethnography, 3 (2), 275-29.

Moleong, Lexy J. (2005).Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja

Rosdakarya.

Muljadi A.J. (2012). Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, Bambang. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasi di Indonesia. Yogyakarta: Gama Media.

Yoo, J.J.E. and Weber, K. (2005). Progress in convention tourism research. Journal of Hospitality & Tourism Research, 29(2), pp.194-222

Downloads

Published

2022-01-28