TRADISI ZIARAH KE MAKAM RAJA ALI HAJI KECAMATAN LINGGA PULAU PENYENGAT PADA BULAN MUHARAM 1441 HIJRIAH

Muhammad Febrian Ardhana

Abstract


Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan Untuk mengenalkan Tradisi ziarah  ke Makam Raja Ali Haji Idera Giri kecamatan lingga pulau penyengat bulan muharam 1441 Hijriah dan untuk mengetahui pro kontra yang ada dalam Tradisi ziarah ke makam sultan Riau Idera Giri kecamatan lingga pulau penyengat bulan Muharam. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang diperoleh di dapatkan sacara lisan berdaasarkan berdasarkan perilaku yang diamati oleh peneiti maupun berlandaskan keapada penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan yang berkenaan dengan judul diatas. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dari tradisi ini, tradisi Ziarah Ke Makam Raja Ali Haji Kecamatan Lingga Pulau Penyengat Pada Bulan Muhaharam 1441 Hjiriah ini masih mendapatkan pro dan kontra dari sebagian golongan yang ada di Indonesia, setiap pihak yang berargumen dalam tradisi tersebut sama-sama memiliki landasannya masinig-masing. Terlepas dari Pro dan Kontra kegiatan tersebut kegiatan Ziarah Ke Makam Raja Ali Haji pada bulan Muharam ini dinilai masih memiliki manfaat di berbagai aspek kehidupan mayarakat, baik penduduk setempat maupun wisatawan yang datang atau berziarah ke tempat tersebut.

Keywords


tradisional, budaya, ziarah

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26623/jdsb.v24i2.3674

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Alamat Redaksi: 

Jurnal Dinamika Sosial Budaya  

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Semarang

Jl. Soekarno-Hatta, Pedurungan, Tlogosari, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.



Creative Commons License
This work is licensed under a  Creative Commons Attribution 4.0 International License.