Tradisi Ruwah Desa sebagai Praktik Pelestarian Budaya di Desa Kedunggede, Mojokerto

Authors

  • Ken Ifa universitas negeri surabaya
  • Arief Sudrajat universitas negeri surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26623/jdsb.v27i2.11383

Keywords:

Ruwah Desa, kohesi sosial, pelestarian budaya, tradisi,

Abstract

Tradisi Ruwah Desa di Desa Kedunggede merupakan salah satu bentuk upacara adat yang memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial dan melestarikan nilai-nilai budaya serta spiritual masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan praktik Ruwah Desa dengan menggunakan teori tindakan sosial Max Weber yang mencakup empat tipe tindakan: rasional instrumental, rasional nilai, tradisional, dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang mendalam, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarwarga, memperkuat rasa kebersamaan, dan menjaga hubungan harmonis dengan leluhur. Meskipun tradisi ini menghadapi tantangan seperti modernisasi dan perbedaan budaya, sebagian besar masyarakat tetap meyakini pentingnya Ruwah Desa sebagai simbol ketahanan budaya. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk menjaga keberlanjutan tradisi, penting untuk melibatkan generasi muda, salah satunya melalui organisasi karang taruna, serta menggunakan pendekatan inovatif yang mengadaptasi teknologi dalam penyampaian nilai-nilai budaya. Dengan demikian, Ruwah Desa tetap relevan dan dapat terus dilestarikan di tengah perubahan zaman.

References

Agisfi, M. M., & Rabbil, R. (2023). Analisis Pertunjukan Wayang Golek Yang Ada Di Jawa Barat ( Kajian Seni Pertunjukan ). SABDA Jurnal Sastra Dan Bahasa, 2, 80–84. https://jurnal.anfa.co.id/index.php/sabda/article/view/562/547

Agustina, F., & Kustomo, ; (2021). Third Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang Berinovasi di Masa Pandemi “Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Era Kampus Merdeka-Merdeka Belajar” NILAI-NILAI SOSIAL DAN BUDAYA TRADISI RUWAH DESA DI ERA GLOBALISASI. September, 630–640.

Alfiah, L., Asfarina, salsabilla libnatus, & Aldinar, moh. fuad ali. (2022). PEMBERIAN SESAJEN UNTUK RITUAL RUWAH DESA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3. https://doi.org/10.52483/ijsed.v1i1.3

Alfianita, R., & Sukarman, S. (2024). Upaya Pelestarian Tradhisi Ruwah Dusun Pacet Made Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(5), 109–119. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i5.926

Finna Wijayanti. (2023). Analisis Nilai Karakter Dalam Sejarah Wayang Beber Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Nagri Pustaka, 1(1), 25–34. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v1i1.29

Illahi, A. K., & Sari, M. M. K. (2023). Internalisasi Nilai Gotong Royong Dalam Tradisi Ruwah Desa Di Kelurahan Blooto Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 11. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/60475

Kurniawan, D., Margono, & Mawarti, R. A. (2024). Persepsi Masyarakat Desa Claket Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto terhadap Seni Pertunjukan Bantengan. Humanities Horizon, 1(1), 6–13.

Laili, A. N., & Hajar, imam ibnu. (2024). Tradisi Ruwah Desa : Prosesi , Makna dan Nilai Sosial dalam Perspektif Masyarakat di Dusun Sukowati Desa Srigading , Mojokerto. 1.

Rahmawati, A., & Harianto, S. (2020). PRAKTIK SOSIAL MASYARAKAT DESA TONDOWULAN DALAM TRADISI MAYANGI DI KECAMATAN PLANDAAN KABUPATEN JOMBANG. Paradigma, 10. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/view/37408%0Ahttps://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/download/37408/33194

Ubaydillah, F., Afif, muhammad ihsan, Evan, rasyid azarine, & Pradika, sendy erlando. (n.d.). pelestarian budaya : tradisi ruwahan dengan modifikasi mata raka dan kegiatan kado silang untuk menarik minat masyarakat kampung pujokusuman.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Ken Ifa, & Arief Sudrajat. (2025). Tradisi Ruwah Desa sebagai Praktik Pelestarian Budaya di Desa Kedunggede, Mojokerto. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 27(2), 84-92. https://doi.org/10.26623/jdsb.v27i2.11383