Konstruksi Makna Penyelenggaraan Petik Laut bagi Masyarakat Islam di Dusun Grajagan Pantai, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.26623/jdsb.v27i2.11377Keywords:
Petik laut, Grajagan Pantai, Tradisi, Masyarakat, IslamAbstract
Petik laut adalah adat istiadat masyarakat grajagan pantai yang dilakukan setiap tahun pada bulan Muharram/Suro sebagai ungkapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Pada prosesinya terdapat perpaduan antar budaya suku jawa, suku osing, agama islam, dan agama hindu. Namun, terdapat perbedaan pada masyarakat dalam memahami dan memaknai tradisi ini. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana masyarakat islam di Grajagan Pantai membentuk konstruksi makna penyelenggaraan petik laut di Grajagan Pantai, dan bagaimana perbedaan pandangan yang didasari nilai-nilai agama yang dianut. Menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara dan dianalisis dengan teori Peter L Berger konstruksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Islam di Grajagan Pantai memiliki berbagai pandangan dalam memahami tradisi petik laut, warga dengan tingkat religiusitas yang tinggi dan tokoh agama islam menganggap bahwa tradisi dan budaya tidak dapat disatukan. Sedangkan mayoritas masyarakat islam lainnya menganggap bahwa petik laut adalah bentuk syukur kepada Tuhan dan bukan tindakan menyekutukan-Nya. Meskipun terdapat perbedaan pandangan petik laut tetap berjalan sesuai pada waktu yang telah ditentukan karena mayoritas masyarakat Grajagan Pantai berpegang teguh pada tradisi nenek moyang, dan adanya kepercayaan jika tidak melaksanakan petik laut setiap tahun akan mendatangkan peristiwa buruk bagi mereka.References
Ain, F. H. (2019). Upacara Sedekah Laut Perspektif Hukum Islam. Syariah dan Hukum, 1(1), 1–4.
Hamidah, S., Wapa, A., Bakti, U., & Indonesia, U. B. (2024). Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi KEARIFAN LOKAL ( Local Genius ): Nilai-nilai yang Terkandung dalam. Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi, 228–241.
Hardiansyah, B., Iriyadi, D., & Gufron, I. A. (2022). Akulturasi Islam pada budaya Ruwatan Rumah di Cikidi Hilir Banten. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 6(1), 50–61. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i1.19755
Himmah, R. H., Humaidah, S., & Syam, N. (2023). Petik Laut dalam perspektif tokoh-tokoh lintas agama: Studi kasus ritual masyarakat Muncar Banyuwangi. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 7(1), 55–68. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i1.24628
Huda, M. T., & Wulandari, P. (2023). Budaya Islam Pesisir ; Makna Tradisi Petik Laut bagi Masyarakat Desa Kemantren Lamongan. Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 21(02), 14–26.
Irma Juliana, Nindi Laili Safitri, & Wulan Fadillah. (2023). Interaksionisme Simbolik Masyarakat Pesisir Dalam Tradisi Petik Laut. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(2), 218–232.
M. Efendi Yusuf, Rio Zanitra Althaf, & Ah. Diki Firmansyah. (2023). Konstruksi Sosial Masyarakat Dalam Pelembagaan Tradisi Petik Laut : Studi Kasus Pelaku Tradisi Petik Laut Di Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(1), 125–137. https://doi.org/10.47861/jdan.v1i1.275
Masruroh, N., Rahman, A., & Hermawan, Y. (2021). Eksistensi sedekah bumi di era modern: Desa wisata Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(2), 268–283. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i2.17209
Masyhadi, A. (2023). Petik Laut: Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan Kranji Dalam Menjaga Moderasi Beragama. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholar, 54, 484–494. https://doi.org/10.36835/ancoms.v7i1.519
Nurmalasari, E. (2023). Nilai Kearifan Lokal Upacara Petik Laut Muncar Sebagai Simbol Penghargaan Nelayan Terhadap Limpahan Hasil Laut. Jurnal Artefak, 10(1), 43. https://doi.org/10.25157/ja.v10i1.9749
Rahayu, S. S., Waskito, W., & Widianto, A. (2022). Budaya Petik Laut: Solidaritas sosial berbasis kearifan lokal pada masyarakat pesisir di Dusun Parsehan Kabupaten Probolinggo. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(6), 565–576. https://doi.org/10.17977/um063v2i6p565-576
Saputra, R. (2019). Tradisi Petik Laut Umat Hindu Dan Islam Di Desa Pengambengan Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu, 53(9), 1689–1699.
Sunandar dan Tom. (2023). Sinkritisme Islam Dan Budaya Lokal: Ritus Kehidupan. JURNAL SAMBAS (Studi Agama, Masyarakat, Budaya, Adat, Sejarah), 6(1), 57–66.



