Analisis Ketidaksantunan Warganet Pada Kolom Komentar Akun Tiktok @Satyasalsabila

Authors

  • ari musdolifah UNIVERSITAS BALIKPAPAN
  • dewi ratna sari UNIVERSITAS BALIKPAPAN
  • nur rahmadina UNIVERSITAS BALIKPAPAN
  • safira ayu nadhila UNIVERSITAS BALIKPAPAN
  • karina ayu fitriani UNIVERISTAS BALIKPAPAN
  • aprilian chandra arum UNIVERSITAS BALIKPAPAN
  • ariska dwi widiawati UNIVERSITAS BALIKPAPAN

DOI:

https://doi.org/10.26623/jdsb.v27i1.10654

Keywords:

Ketidaksantunan, Warganet, TIKTOK

Abstract

Abstrak yang dipersiapkan dengan baik Masyarakat saat ini menggunakan media sosial seperti TIKTOK, komentar ini juga banyak menunjukkan bahasa ketidaksantunan yang sering muncul. Data ini ditemukan dalam salah satu akun media sosial TIKTOK yang mana digunakan untuk mengupengumpulan data ; hasil analisis teori ketidaksantunan Culpaper sangaat mendukung untuk pengumpulkan data (2021). Studi ini menemukan bahwa warganet menggunakan ketidaksantunan untuk menyerang pengguna akun @Satyasalsabila dan membuat target merasa tidak nyaman dengan berbagai macam umpatan, hinaan, dan ancaman. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui ketidaksantunan yang ada dalam kolom komentar akun @Satyasalsabila. Singkatnya, ketidaksantunan warganet secara tidak langsung menunjukkan adanya sebuah strategi ketidak sukaan yang mana dengan tujuan untuk menghina, menyindir, atau merendahkan. Pada kolom komentar akun TIKTOK @Satyasalsabila terdapat empat tanda ketidaksantunan. Oleh karena itu, warganet harus memiliki sifat yang bertanggung jawab sebagai masyarakat dengan bersikap sopan saat berkomunikasi di media sosial. Untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat dan mempertahankan norma dan nilai moral masyarakat, tanggung jawab ini harus diperhatikan.

References

Gustiani, T., Aslinda, A., & Usman, F. (2022). Strategi Ketidaksantunan Dalam Video Debat Pemilihan Presiden Tahun 2019. SeBaSa, 5(1), 104–119. https://doi.org/10.29408/sbs.v5i1.5501

Haris, A., Salahuddin, M., & Oya, A. (2020). Ketidaksantunan Berbahasa Warganet Dalam Kolom Komentar Iklan Kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo Bertajuk “2 Musim, 65 Bendungan.” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 4(4), 421–434. https://doi.org/10.58258/jisip.v4i4.1543

Hasibuan, S., Rodliyah, I., Thalhah, S. Z., Ratnaningsih, P. W., & E, A. A. M. S. (2022). Media penelitian kualitatif. In Jurnal EQUILIBRIUM (Vol. 5, Issue January). http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/

Irawati, R. A., Sujatna, E. T. S., & Yuliawati, S. (2023). Strategi ketidaksantunan sarkasme warganet pada kolom komentar Instagram Ganjar Pranowo. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(3), 911–930. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.739

Kemenag. (2020). Menjadi Pribadi Simpatik dengan Tata Krama, Sopan Santun, dan Menjaga Rasa Malu. 283–320.

Kurniawan, R., Agustina, A., & Ngusman, N. (2018). Kekerasan Verbal Dalam Ungkapan Makian Oleh Masyarakat Di Desa Koto Laweh Kecamatan Tanjuang Baru Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 5(2), 110. https://doi.org/10.24036/895940

Musdolifah, A., Maulida, N., & Yankiapoli, Y. N. (2023). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Teks Anekdot di Kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 16(1), 195. https://doi.org/10.30651/st.v16i1.15700

Purnamasari, A. M., Magdalena, I., & Rosnaningsih, A. (2020). Analisis Penggunaan Huruf Kapital Dan Tanda Baca Pada Paragraf Deskriptif Siswa Kelas 4 Sdn Binong Ii Kabupaten Tangerang. Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE), 1(1), 13–23. https://doi.org/10.31000/ijoee.v1i1.2564

Romadhan, achmad dicky. dk. (2023). PENGANTAR LINGUISTIK UMUM (D. Lestari (ed.)).

Suhadak, S. R., Salam, & Didipu, H. (2023). Bentuk Ketidaksantunan Berbahasa Creator TikTok Denise Charista dalam Media Sosial TikTok Pendahuluan. Jurnal Sinestesia, 13(1), 139–154. https://sinestesia.pustaka.my.id/journal/article/view/280

Tasliati, T. (2019). Analisis Ketidaksantunan Berbahasa Pada Unggahan Dalam Grup Daring Jual-Beli Di Kota Tanjungpinang. GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 4(2), 175–184. https://doi.org/10.47269/gb.v4i2.66

Unannudin, A., & Sutrisna, D. (2021). Ketidaksantunan Berbahasa Pengisi Acara dalam Acara OVJ Apesial Mata Najwa di TV Transmedia. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (Vol. 3, Pp. 133-143)., 133–143.

Vani, M. A., & Sabardila, A. (2020). Ketidaksantunan Berbahasa Generasi Milenial dalam Media Sosial Twitter. Pena Literasi, 3(2), 90–101.

Yani, S. L. (2021). Sarkasme pada Media Sosial Twitter dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 1(2), 269–284. https://doi.org/10.22515/tabasa.v1i2.2628

Ulfatun, U. (2021). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial Instagram. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 7(2), 411-423.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

musdolifah, ari, sari, dewi ratna, rahmadina, nur, nadhila, safira ayu, fitriani, karina ayu, arum, aprilian chandra, & widiawati, ariska dwi. (2025). Analisis Ketidaksantunan Warganet Pada Kolom Komentar Akun Tiktok @Satyasalsabila. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 27(1), 11-21. https://doi.org/10.26623/jdsb.v27i1.10654