KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KELURAHAN KAYUBULAN, KECAMATAN LIMBOTO
DOI:
https://doi.org/10.26623/ijsp.v5i1.8532Keywords:
Undang-Undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007, Permen ATRKBPN No. 14 Tahun 2022, Ruang terbuka hijau, Google earth, Delineasi manual,Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketersediaan RTH di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Data yang digunakan yaitu citra google earth, data spasial administrasi Kecamatan Limboto dan Kelurahan Kayubulan, data lokasi RTH Publik dari Dinas PU Kabupaten Gorontalo, data BPS Kecamatan Limboto Dalam Angka dan observasi lapangan. Lokasi RTH yang diperoleh dari Dinas PU dicatat koordinatnya kemudian dilakukan delineasi manual dari citra google earth. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat dan mengecek kondisi sebenarnya. Observasi lapangan berupa pengambilan dokumentasi tiap lokasi RTH. RTH Publik yang terdapat di Kelurahan Kayubulan ada 4 yaitu Taman Kota (1 ha), Taman Bermain (1 ha), Kawasan Perkantoran (1 ha), dan GOR David-Toni (4,74 ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra Google Earth dapat digunakan sebagai salah satu sumber data untuk mengetahui berbagai fitur permukaan bumi karena secara visual kenampakannya cukup jelas. Ketersediaan RTH Publik belum memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Permen ATRKBPN 14 Tahun 2022 yaitu sebesar 20% dari luas wilayah.References
Ali, M. M. (2022). Evaluasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 4(1), 35–42. https://doi.org/10.56630/jti.v4i1.208
BPS Kabupaten Gorontalo. (2021). Kecamatan Limboto Dalam Angka.
Chaily, N. (2021). Tanaman Penyerap Timbel (Pb), Rekomendasi untuk RTH. Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. https://www.menlhk.go.id/site/single_post/3877/tanaman-penyerap-timbel-pb-rekomendasi-untuk-rth
Fernando, E. P., Wulandari, A., & Yuniarti, E. (2021). Analisis Ketersediaan RTH Di Kawasan Pendidikan Universitas Tanjungpura. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 8(1), 1–7.
Hastita, D. H., Yuslim, S., & Luru, A. N. (2020). Kajian fungsi sosial-budaya ruang terbuka hijau publik Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Jurnal Arsitektur Lansekap, 6(2), 272–278. https://doi.org/10.24843/jal.2020.v06.i02.p15
Islam, M. I. (2023). Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Di Kota Surakarta. In Fakultas Geografi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kharisma Kadri, M. (2023). Kesesuaian Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Proporsi RTH Wilayah Perkotaan Di Kabupaten Mojokerto. SPECTA Journal of Technology, 7(1), 470–476. https://doi.org/10.35718/specta.v7i1.860
Koto, A. G., & Taslim, I. (2019). Kajian Ruang Terbuka Hijau Kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo Menggunakan Foto Udara Drone. Media Komunikasi Geografi, 19(2), 153–164. https://doi.org/10.23887/mkg.v19i2.14735
Kurniawan, H. B., & Roychansyah, M. S. (2023). The Social Equity of Public Green Open Space Accessibility: the Case of South Tangerang, Indonesia. Geography, Environment, Sustainability, 16(1), 45–54. https://doi.org/10.24057/2071-9388-2022-124
Mbele, M. F. B., & Setiawan, R. P. (2015). Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kebutuhan Oksigen di Kota Malang. 4(2), 1–4. https://media.neliti.com/media/publications/212381-kriteria-penyediaan-ruang-terbuka-hijau.pdf
Nur, A. C., & Lestari, A. (2021). Evaluasi Kebijakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kota Makassar. Jurnal Aktor, 1(1), 33–42.
Ramadhan, A., & Kustiwan, I. (2012). Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Fungsi Ekologis Sebagai Penghasil Oksigen dan Kawasan Resapan Air Sesuai Tipologi Kota (Studi Kasus: Kota Bandung, Kota Bogor dan Kota Cirebon). Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota A SAPPK, 1(2), 379–389.
Rizkiana, R. (2022). Ruang Terbuka Hijau: Pengertian, Tipologi, Fungsi, Manfaat dan Contoh-contohnya. https://lindungihutan.com/blog/pengertian-ruang-terbuka-hijau-atau-rth/
Salsabila, S., & Navastara, A. M. (2023). Penilaian Kesesuaian Fungsi Ekologi Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Inti Kraton Yogyakarta. Jurnal Teknik ITS, 12(1), 1–6. https://doi.org/10.12962/j23373539.v12i1.93794
Sarasidehe, P. G., Jati, D. R., & Jumiati. (2022). Analisis Kemampuan Vegetasi pada Ruang Terbuka Hijau dalam Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor di Area Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan, 6(November), 219–228. https://doi.org/10.26760/jrh.V6i3.219-228
Setyati, R., & Utomo, W. (2015). Implementasi Kebijakan Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perumahan Kota Banjarbaru. JKAP (Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik), 19(1), 59–72. https://doi.org/10.22146/jkap.7534
Shani, F. M., & Kurniawan, A. (2015). Kajian Ketersediaan Dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan Di Kota Sukabumi. Jurnal Bumi Indonesia, 1–8.
Sri Hasnianti Rahman. (2020). Pengaruh Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Tingkat Kebisingan Di Perumahan Sepanjang Jalan Sunu, Kota Makassar [Universitas Hasanuddin]. http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/2693/2/D52116506_skripsi_25-09-2020 cover-bab2.pdf
Susilo, M. J., & Dhaniaputri, R. (2016). Analisis Potensi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kampus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional II, 782–811.
Zubair, A. M., Tjaronge, M. W., & Ramli, M. I. (2016). Pengaruh Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau terhadap Iklim Mikro di Kota Makassar. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 2(2), 114–126.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.