PENENTUAN PUSAT KEGIATAN DALAM RENCANA STRUKTUR RUANG WILAYAH KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Anggaiya Pedroart Sibarani, Annisa Mu'awanah Sukmawati

Abstract


Isu pemekaran wilayah terkait perubahan wilayah administrasi menjadi latar belakang dilakukannya langkah Peninjauan Kembali (PK) dan perubahan RTRW Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan sebelumnya termasuk wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur. Namun, setelah mekarnya Provinsi Kalimantan Utara pada Tahun 2012, dilakukan revisi RTRW Kabupaten Bulungan yang mengacu pada RTRW Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2037. Perubahan kebijakan RTRW provinsi tersebut menjadi pertimbangan dilakukannya langkah Peninjauan Kembali (PK) terhadap RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2012-2032. Hasil PK yang dilakukan tahun 2018 ini akan menjadi masukkan substansi bagi penyusunan RTRW Kabupaten Bulungan 2018-2038. Studi bertujuan untuk mengkomparasikan penentuan pusat kegiatan dalam rencana struktur ruang wilayah dalam dokumen RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2012-2032, hasil Peninjauan Kembali (PK) RTRW Kabupaten Bulungan Tahun 2018, dan hasil analisis Skalogram Guttman serta Indeks Sentralitas Marshall. Studi dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Studi menunjukkan bahwa perubahan wilayah administrasi yang berimplikasi pada perubahan RTRW Kabupaten Bulungan menyebabkan perubahan pusat-pusat kegiatan, yaitu fungsi Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL). Sedangkan fungsi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dan Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL) tetap mengacu pada arahan RTRW provinsi dan nasional.  


Keywords


pusat kegiatan; RTRW Kabupaten Bulungan; struktur ruang

Full Text:

PDF

References


Adisasmita, R, 2014. Pertumbuhan Wilayah & Wilayah Pertumbuhan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ariyanto, A, 2017. Determinan Pembangunan Kawasan Kota Baru Moncongloe-Pattallassang Metropolitan Mamminasata. Jurnal Plano Madani, 6 (1), 73-84.

Bappeda Kabupaten Bulungan, 2019. Draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulungan Tahun 2018-2038. Kabupaten Bulungan: Bappeda Kabupaten Bulungan.

Hakim, I, 2010. Struktur Ruang dan Isu Keberlanjutan Perkotaan di Jabodetabek, Perencanaan Pembangunan, 14 21.

Hamri, E., Putri, E. I. K., Siregar, H. J., & Bratakusumah, D. S, 2016. Kebijakan Pemekaran wilayah dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya, Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 7 (1), 111 125.

Kurniawati, F. E, 2010. Perkembangan Struktur Ruang Kota Semarang Periode 1960-2007 (Studi Pengembangan Struktur Ruang dari Masa Pasca Kolonial Sampai 2007). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Lahagina, J. J. G. P., Poluan, R. J., & Mononimbar, W, 2015. Kajian Struktur Ruang Kota Tomohon. Spasial: Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1 (1), 45 53.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, 2018. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten,dan Kota. (https://www.atrbpn.go.id/Publikasi/Peraturan-Perundangan/Peraturan-Menteri-ATR-Kepala-BPN/peraturan-menteri-agraria-dan-tata-ruangkepala-badan-pertanahan-nasional-nomor-1-tahun-2018-75833), diakses 17 Januari 2020.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, 2007. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. (http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2007/26TAHUN2007UU.HTM), diakses 17 Januari 2020.

Muliana, R., Astuti, P., & Fadli, A, 2018. Kajian Pusat-Pusat Pelayanan di Kabupaten Kampar. Jurnal Saintis, 18 (1), 59 72.

Nainggolan, P. T. P, 2013. Analisis Penentuan Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan, 1 (12), 15 26.

Nilayanti, V. D., & Brotosunaryo, P, 2012. Pengaruh Perkembangan Aktivitas Ekonomi Terhadap Struktur Ruang di SWP III Kabupaten Gresik. Teknik PWK, 1 (1), 76 86.

Pontoh, N. K., & Kustiwan, I, 2009. Pengantar Perencanaan Perkotaan. Bandung: ITB Press.

Repi, R, 2014. Perkembangan Struktur dan Bentuk Ruang Kota Bagan Siapiapi. Arsitektur Melayu Dan Lingkungan, 1 (2), 75 94.

Rondinelli, D. A, 1985. Applied Methods of Regional Analysis. Colorado: Westview Press.

Setiawan, B., & Rudiarto, I, 2016. Kajian Perubahan Penggunaan Lahan dan Struktur Ruang Kota Bima. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 11 (4), 154-168.

Sekretariat Tim Percepatan Kebijakan Satu Peta, 2019. Bangun KBM Tanjung Selor, Pemerintah Kembangkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Luar Jawa Bali. (https://satupeta.go.id/news-detail/26), diakses 17 Januari 2020.

Sumahdumin, D, 2001. Memahami Penataan Ruang Wilayah Propinsi dan Kabupaten Kota dalam Rangka Otonomi Daerah. MIMBAR, XVII (2), 119 138.

Surya, B, 2015. The dynamics of spatial structure and spatial pattern changes at the fringe area of Makassar city. Indonesian Journal of Geography, 47 (1), 11 19.

Suryanta, J., & Nahib, I, 2016. Kajian Spasial Evaluasi Rencana Tata Ruang Berbasis Kebencanaan Di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Majalah Ilmiah Globe, 18 (1), 33-42.

Utari, M. G. E. S, 2015. Analisis Sistem Pusat Pelayanan Permukiman di Kota Yogyakarta Tahun 2014. JEJAK Journal of Economics and Policy, 8 (1), 62 72.

Wahid, A, 2009. Identifikasi Penyimpangan Tata Ruang Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Jurnal SMARTek, 7 (2), 99 112.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/ijsp.v3i1.4677

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats