MODEL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI WILAYAH PERI URBAN KOTA MALANG

Imam Rofii

Abstract


Perkembangan fisik kota terkadang melewati batas-batas administrasi kota itu sendiri. Ukuran kota yang mengalami sprawl terus membesar hingga pada suatu saat seolah-olah menyatu dengan kota-kota di sekitarnya sehingga menjadikan dua atau lebih kawasan yang secara administrasi berbeda (terpisah) jadi satu kesatuan kenampakan kekotaan (kota metropolitan) dengan bentuk dan fungsi-fungsi bangunan yang berkarakteristik kota. Kota Malang telah berkembang menjadi pusat aktifitas sehingga meningkatkan kebutuhan akan lahan. keterbatasan lahan di dalam Kota Malang menyebabkankan terjadinya perkembangan kota menjalar kewilayah-wilayah lain disekitarnya. Kabupaten Malang sebagai salah satu wilayah yang berbatasan dengan Kota Malang menerima dampaknya. pada umumnya keberadaan Urban Sprawl di suatu wilayah di tandai dengan munculnya permukiman di pinggiran kota, demikian pula yang terjadi di Kabupaten Malang

Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun model perubahan penggunaan lahan dan perkembangan Urban Sprawl di Kawasan peri urban Kota Malang. Dengan menggunakan pendekatan Model IDRISI SELVA - Land Use change Modeller.

Pada kurun waktu 2004-2014 perubahan penggunaan lahan di Kawasan Kota Malang didominasi oleh peningkatan penggunaan lahan terbangun. Selama  10  (sepuluh) tahun lahan terbangun bertambah sebesar 45% untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk sebesar 6.877,60 jiwa. Dari pola perubahan tersebut di prediksi bahwa kebutuhan lahan untuk lahan terbangun pada tahun 2030 adalah sebesar 208.91 ha untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk pada tahun 2030 sebesar 1.326.56 jiwa, faktor pendorong perubahan lahan yang paling mempengaruhi adalah faktor jarak terhadap bangunan dengan nilai 40%. Model yang dibangun dengan pendekatan Land Use change Modeller sangat baik dan dapat digunakan karena memiliki tingkat validasi 83.42% sehingga model yang di bangun dapat digunakan sebagai basis prediksi perubahan lahan di tahun 2030. Perubahan penggunaan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun di tahun 2004-2014 sebesar 45% diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk rata-rata sebesar 1,25% hal ini mengindikasikan fenomena Urban Sprawl dan perubahan penggunaan lahan non terbangun menjadi terbangun. hasil prediksi tahun 2030 sebesar 61% dengan prediksi pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 1.78% hal ini mengindikasikan terjadi fenome urban Sprawl.

 

 


Keywords


Kata Kunci : Perubahan Lahan, Urban Sprawl, IDRISI SELVA (Land Change Modeller)

Full Text:

PDF

References


rediction Of Future Urban Growth In The Charleston Region Of South Carolina: A Gis-Based Integrated Approach, Journal Of Conservation Ecology, Vol. 8, No.2, Page 136-143.

Feng, L. 2009 . Applyng Remote Sensing and GIS on Monitoring and Measuring Urban Sprawl – A Case Study of China. II International Conference on Sustainibility Measurement and Modelling (pp. 1-10). Barcelona: CIMNE.

Paramita, P. Bintang. 2011. Model Cellular automata untuk kajian perkembangan wilayah menggunakan data penginderaan jauh (studi kasus: Kawasan perkotaan Kedung Sepur). Universitas Gadjah Mada.

Virsa, Narus Saraya. 2014. Prediction Of Land Use Changes Based On Land Change Modeler (Lcm) Using Remote Sensing A Case Study Of Muzaffarpur (Bihar), India. Banaras Hindu University, Varanasi-221005

Yunus, Hs. 2008. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/ijsp.v2i1.3153

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats