Taman Tirto Agung Kota Semarang merupakan salah satu ruang terbuka publik yang sangat strategis, keberadaannya dapat menampung beragam aktivitas dan interaksi sosial masyarakat. Hal ini dapat mendorong munculnya sektor informal (Pedagang Kaki Lima) yang memanfaatkan trotoar, jalan penghubung, dan akses masuk Taman Tirto Agung, sehingga terjadi ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan fungsi zonanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pemanfaatan terbuka ruang publik Taman Tirto Agung berdasarkan pelaku aktivitas, jenis pemanfaatan ruang, dan waktu aktivitas dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Behavioral Mapping melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur pada hari kerja dan hari libur di sesi waktu pagi, siang, sore dan malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kunjungan di Taman Tirto Agung lebih tinggi pada hari libur dibandingkan hari kerja di seluruh waktu pengamatan. Ruang terbuka publik Taman Tirto Agung dimanfaatkan untuk aktivitas aktif dan pasif oleh berbagai kelompok usia. Secara umum, pemanfaatan ruang telah sesuai dengan fungsi zonanya, meskipun masih ditemukan ketidaksesuaian pada waktu tertentu yang dapat menjadi bahan evaluasi ke depan.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).