Rusunawa di Kabupaten Magelang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah, namun belum diserahterimakan secara penuh kepada pemerintah daerah karena status tanah yang masih dimiliki pemerintah desa. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan rusunawa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa dengan keterbatasan kapasitas, sehingga menimbulkan perbedaan kualitas pengelolaan yang berdampak pada kinerja rusunawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja rusunawa di Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif kuantitatif melalui evaluasi pasca huni dengan teknik observasi, kuesioner penghuni, dan wawancara pengelola, yang dianalisis berdasarkan aspek makro, meso, dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rusunawa Gulon memiliki kinerja paling baik dengan skor 92% ditunjukkan dengan kondisi fisik bangunan yang baik, fasilitas hunian yang lengkap, serta pengelolaan yang aktif oleh pemerintah desa. Rusunawa Gunungpring memiliki kinerja sedang dengan skor 86%, dengan kelemahan pada aspek pengelolaan karena peran pemerintah daerah tidak aktif. Sementara itu, Rusunawa Tamanagung menunjukkan kinerja paling buruk dengan skor 55% akibat kondisi fisik bangunan dan fasilitas dasar yang kurang memadai serta lemahnya sistem pengelolaan karena belum adanya dukungan pendanaan. Temuan ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja rusunawa.
Author Biography
Shafira Nur Sechan, individu
Saya Shafira Nur Sechan, S.Si. merupakan mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Gadjah Mada
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).