EVALUASI PASCA HUNI RUSUNAWA BAGI MASARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KABUPATEN MAGELANG

Authors

  • Shafira Nur Sechan individu
  • Agam Marsoyo

DOI:

https://doi.org/10.26623/ijsp.v7i1.13956

Abstract

Rusunawa di Kabupaten Magelang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah, namun belum diserahterimakan secara penuh kepada pemerintah daerah karena status tanah yang masih dimiliki pemerintah desa. Kondisi ini menyebabkan pengelolaan rusunawa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah desa dengan keterbatasan kapasitas, sehingga menimbulkan perbedaan kualitas pengelolaan yang berdampak pada kinerja rusunawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja rusunawa di Kabupaten Magelang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif kuantitatif melalui evaluasi pasca huni dengan teknik observasi, kuesioner penghuni, dan wawancara pengelola, yang dianalisis berdasarkan aspek makro, meso, dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rusunawa Gulon memiliki kinerja paling baik dengan skor 92% ditunjukkan dengan kondisi fisik bangunan yang baik, fasilitas hunian yang lengkap, serta pengelolaan yang aktif oleh pemerintah desa. Rusunawa Gunungpring memiliki kinerja sedang dengan skor 86%, dengan kelemahan pada aspek pengelolaan karena peran pemerintah daerah tidak aktif. Sementara itu, Rusunawa Tamanagung menunjukkan kinerja paling buruk dengan skor 55% akibat kondisi fisik bangunan dan fasilitas dasar yang kurang memadai serta lemahnya sistem pengelolaan karena belum adanya dukungan pendanaan. Temuan ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja rusunawa.

Author Biography

  • Shafira Nur Sechan, individu

    Saya Shafira Nur Sechan, S.Si. merupakan mahasiswa Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Gadjah Mada

Downloads

Published

2026-05-22