Padukuhan Kadigunung di Kalurahan Hargomulyo, Kabupaten Kulon Progo merupakan wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana kekeringan pada musim kemarau akibat kondisi geografis kawasan Perbukitan Menoreh dengan karakteristik tanah berbatu dan daya simpan air rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk mitigasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah, pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat dalam mengatasi kekeringan di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada enam informan, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mitigasi dilakukan melalui kombinasi mitigasi struktural berupa pembangunan PAMSIMAS, sumur bor, dan tandon air, serta mitigasi non-struktural melalui pengelolaan air bersama, penghematan penggunaan air, dan penguatan kesepakatan sosial masyarakat. BPBD dan pemerintah kalurahan berperan dalam pendistribusian air bersih dan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana. Mitigasi yang dilakukan masih cenderung responsif dan belum sepenuhnya berorientasi pada pencegahan jangka panjang, sehingga diperlukan penguatan strategi mitigasi berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, konservasi sumber daya air, dan perencanaan mitigasi preventif terintegrasi.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).