Terjadinya gempa di Kabupaten Cianjur pada tahun 2022 mengakibatkan banyak kerugian baik korban jiwa maupun materi. Hal ini kemudian menjadi perhatian bahwa adanya potensi bencana serupa apabila tidak dilakukan mitigasi. Keberadaan Sesar Cugenang menjadi salah saru kerawanan bencana yang harus diwaspadai. Oleh sebab itu dilakukan evaluasi kemampuan lahan Kawasan Sesar Cugenang, Kabupaten Cianjur sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi Kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan maupun yang tidak boleh dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan lahan Kawasan Sesar Cugenang, Kabupaten Cianjur menggunakan analisis spasial berupa Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan dengan metode overlay 9 (sembilan) satuan kemampuan lahan berupa SKL Morfologi, SKL Kemudahan Dikerjakan, SKL Kestabilan Lereng, SKL Kestabilan Pondasi, SKL Ketersediaan Air, SKL Terhadap Erosi, SKL untuk Drainase, SKL Pembuangan Limbah, dan SKL Terhadap Bencana Alam. Masing-masing SKL diberi bobot dan skor sehigga menghasilkan klasifikasi kemampuan lahan. Berdasarkan hasil analisis, Kawasan Sesar Cugenang terdiri dari 4 (empat) kelas pengembangan lahan meliputi Kelas B (pengembangan rendah), Kelas C (pengembangan sedang), Kelas D (pengembangan agak tinggi), dan Kelas E (pengembangan sangat tinggi).
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).