Analisis Tingkat Kerawanan Tanah Longsor di Kabupaten Lampung Utara Dengan Memanfaatkan Informasi Spasial Berbasis SIG
DOI:
https://doi.org/10.26623/ijsp.v6i1.10400Keywords:
lampung utara, tanah longsor, SIGAbstract
Longsor merupakan gerakan massa batuan ataupun tanah pada suatu lereng akibat adanya pengaruh gaya gravitasi. Ancaman longsor dapat terjadi di daerah yang mempunyai kondisi geologi relatif labil, yang ditinjau dari komposisi batuan penyusun hingga dekatnya area tersebut dengan zona sesar serta kawasan yang vegetasi alaminya terganggu. Kabupaten Lampung Utara adalah salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang cukup rawan terkena bencana tanah longsor. Sehingga, untuk mengantisipasi terjadinya korban dan kerugian yang lebih banyak, maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data dan informasi, melakukan scoring dan pembobotan pada setiap parameter, melakukan overlay, penentuan total skor dan interval kelas, serta menganalisis tingkat kerawanan bencana tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Lampung Utara merupakan daerah yang cukup rawan akan bencana tanah longsor. Dengan kelas kerentanan tidak rawan sebesar 7,58% dengan luas daerah 206,6 km2. Untuk kelas kerentanan cukup rawan sebesar 74,48% dengan luas daerah 2030,05 km2. Dan untuk kelas kerentanan rawan sebesar 17,94% dengan luas daerah 488,98 km2.References
Arifin, S., Carolita, I., & Winarso, G. (2010). Implementasi Penginderaan Jauh dan SIG untuk Inventarisasi Daerah Rawan Bencana Longsor (Propinsi Lampung). Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 3(1).
Bappeda Kabupaten Lampung Utara. (07 April 2023). Aspek Geografi dan Demografi. bappeda.lampungutarakab.go.id.
BPS. (2019). Lampung Utara dalam Angka 2019. BPS Kabupaten Lampung Utara.
Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG). (2004). Managemen Bencana Tanah Longsor.
Hananto, A. D., Amalia, I., Apriliani, A., Agustin, E., & Yanti, H. A. (2022). Analisis Bencana Di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Lampung Utara Menggunakan Metode Kualitatif. Abdimas Cendekia, 1(2), 79-84.
Harp, E. L., Michael, J. A., & Laprade, W. T. (2008). Shallow landslide hazard map of Seattle, Washington. Geological Society of America. Doi:10.1130/2008.4020(04).
Karnawati, D., (2004). Bencana Gerakan Massa Tanah/Batuan Di Indonesia, Evaluasi Dan Rekomendasi, Dalam Buku Permasalahan, Kebijakan Dan Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Di Indonesia. BPPT-HSF, Jakarta.
Prawiradisastra, S. (2013). Identifikasi Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor di Provinsi Lampung. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 15(1). Doi: 10.29122/jsti.v15i1.939.
Putri, A. R. (2016). Identifikasi Daerah Rawan Tanah Longsor Menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis)(Studi Kasus: Kabupaten Kediri). Jurnal Teknik ITS, 5(2), C78-C82. Doi: 10.12962/j23373539.v5i2.17237.
Ramadhan, T. E., Suprayogi, A., & Nugraha, A. L. (2017). Pemodelan potensi bencana tanah longsor menggunakan analisis SIG di Kabupaten Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 118-127. Doi: 10.14710/jgundip.2017.15251.
Setiadi, T. (2013). Perancangan Sistem Informasi Geografis Pemetaan Daerah Rawan Tanah Longsor, Mitigasi dan Manajemen Bencana di Kabupaten Banjarnegara. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan, 7(1), 24898. Doi: 10.12928/kesmas.v7i1.1050.
Taufik, M., Kurniawan, A., & Putri, A. R. (2016). Identifikasi daerah rawan tanah longsor menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis). Jurnal Teknik ITS, 5(2), 78-82. Doi: 10.12962/j23373539.v5i2.17237.
Tjandra, K. (2018). Empat Bencana Geologi Yang Paling Mematikan. UGM PRESS.
TribunLampung. (09 Maret 2023). Jalinteng Bukit Kemuning Lampung Utara Tertimbun Longsor. lampung.tribunnews.com/2023/03/09/jalinteng-bukit-kemuning-lampung-utara-tertimbun-longsor
Wiguna, S., Rizqi, A., Shalih, O., Ichwana, A. N., Nugraha, A., Adi, A. W., Syauqi, S., Shabrina, F. Z., Septian, R. T., Hafizh, A., Hamzah, A., Widiastomo, Y., Putra, A. S., Karimah, R., Soleh, M. A., Dewi, A., Prima, A., & Eveline, F. (2019). Buku Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI). Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.