Analisa Honeycomb untuk Mendapatkan Balok Paling Ekonomis Berdasarkan Tegangan dan Deformasi dengan SAP 2000 Versi 14

Ngudi Hari Crista, Bambang Purnijanto, Mukti Wiwoho

Abstract


Honeycomb adalah balok baja dengan bagian badan terbuka yang ketinggiannya berlipat karena penyusunan vertikal dari setengah potongan badan tersebut. Optimasi struktur dengan variabel desain geometri lubang ini disebut optimasi bentuk, oleh karena itu perhitungan ulang diperlukan untuk setiap kali perubahan bentuk, sehingga diperlukan waktu komputasi yang panjang. Penelitian bertujuan mendapatkan balok terekonomis dengan bentuk, heksagonal dan jarak antara lubang berbeda dengan ketinggian pelubangan sama, sehingga didapat konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputerisasi dengan SAP 2000 versi 14 terhadap 5 sampel untuk mendapatkan ukuran jarak lubang yang optimum pada balok baja profil I dengan bukaan heksagonal dan kondisi pembebanan yaitu beban merata sepanjang bentang serta beban titik di tengah bentang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rasio tegangan terkecil terjadi pada sampel II, yaitu Honeycomb dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai tegangan 1723,49 kg/cm2, sedangkan rasio tegangan terbesar pada sampel IV Honeycomb dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai tegangan 1968,21 kg/cm2. Lendutan terkecil terjadi  pada sampel II dengan jarak pelubangan 15 cm dengan nilai 0,2083 mm, sedangkan untuk deformasi terbesar  terjadi pada sampel IV dengan jarak pelubangan 25 cm dengan nilai deformasi 0,2811 mm, sehingga jarak, bentuk, dan pelubangannya yang paling baik adalah pelubangan dengan jarak 15 cm  untuk konfigurasi atau tata letak lubang yang optimal. Kajian lebih lanjut optimasi bentuk lubang cellular, baik bentuk circular maupun ellips dan tata letak lubang, dengan memperhatikan instabilitas balok baja profil I dengan bukaan bentuk cellular pada badan, akibat lentur dan tekuk pada daerah web-post.

Keywords


beam, Kastella, stress, deflection, distance perforations, hexagonal, SAP2000

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2004. Excellence in Construction. Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia / HAKI, Jakarta.

Chen, W.F. 1988. Steel to Column Building Connection. Elsevier Science Publisher. Indiana

Computers and Structures, Inc. 1995. SAP version 7.42 Tutorial. Pushover Analysis. University Avenue. Barkeley, California.

Departemen Pekerjaan Umum, 1987. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung, SKBI-1.3.55.1987 UDC: 693.814

Gunawan, Rudy. 1987. Tabel Profil Konstruksi Baja. Kanisius. Yogyakarta

Gunawan, T. dan Margaret, S. 1990. Diktat seri B Teori Soal dan Penyelesaian Konstruksi Baja, Delta Teknik Group Jakarta.

Hadi, P. & rekan, 2009. Desain Konstruksi Plat dan Rangka Beton Bertulang dengan SAP 2000 Versi 9,Penerbit Andi Yogyakarta

Hadi, P. dkk, 2012. 12 Tutorial & Latihan Desain Konstruksi dengan SAP Versi 9, Penerbit Andi Yogyakarta.

Suharjanto, 2005, Optimasi Bentuk dan Ukuran Lubang Cellular Balok Baja Profil I dengan Bukaan pada Badan pada Balok Sederhana di Daerah Stabilitas Elastis dengan Beban Garvitasi, Penelitian Disertasi UNDIP, Semarang.

Sontag and Henn Hart, Multi Storey Buildings in Steel, Granada Publishing London Toronto Sydney New York

Yusup, S.M. 1982. Konstruksi-konstruksi Baja II, Dasar-dasar Pengetahuan dalam Pekerjaan Teknik, Penerbit Sumur Bandung

Hari Crista,Ngudi.2009.” Perbandingan Balok Kastela berdasarkan atas Jarak Perlubangan, Tesis. Universitas Islam Sultan Agung




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/teknika.v10i1.751

Refbacks



TEKNIKA terindeks di :

                     

 

View My Stats

Creative Commons License
This work Jurnal Teknika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License