Analisis Tarif Angkutan Umum Bus Jurusan Terboyo Semarang – Tirtonadi Solo Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan ( PO. ROYAL SAFARI )

lincah nur antika, supoyo supoyo

Abstract


Abstract

Transportation is a pre-system / means to support community / population activities for economic activities. The important role of goods and human transport modes that connect from one place to another is public transportation, because public transport plays an important role in the world economy of society. Public transportation must provide fast, safe, comfortable, efficient and inexpensive services because good service is very influential for users of transportation services. In addition, in the world of transportation and public transportation tariffs are a matter of considerable consideration, because the determination of tariffs for public transport is a very interesting matter to be studied extensively so as not to cause losses between providers and users of public transport services. Determination of dance transport requires special treatment to react to it, therefore the determination of tariffs by analyzing based on Vehicle Operating Costs with primary and secondary data obtained directly from the field and companies from service providers, namely from Royal Safari Otomotif Company at a price of Rp. 1,350,000,000, - / bus. From analyzing based on Vehicle Operating Costs, it is expected to be able to provide benefits to providers and service users. The results of this data analysis Bus at a price of Rp. 1.350.000.000, - / bus shows that the public transport tariff based on Vehicle Operating Costs obtained is Rp.942,471,848.57, - per year or Rp.148.19, - per km-seat. Using the assumption of a 70% load factor of Rp.211.69, - per km-seat or basic tariff of Rp.22,439.14, - per seat with a distance of 106 km (Terboyo Semarang - Tirtonadi Solo). Taking into account the 30% profit for entrepreneurs on the Semarang - Tirtonadi Solo Terboyo route, the tariffs from the current analysis of vehicle operational costs with bus vehicles (in 2017) are Rp. 30,000, - per seat with a distance of 106 km. Bus Vehicle Public Transport Business from Otomotif Company. The Royal Safari is feasible to run because PBP <economic age of the bus, because by using the Payback Period method (PBP) time period (period) needed for the return of the initial capital of the business is for 4 years <7 years old bus economy.

 

Abstrak

Transportasi merupakan suatu sistem prasara/sarana penunjang aktivitas masyarakat/penduduk untuk kegiatan perekonomian. Peran penting moda transportasi angkut barang dan manusia yang menghubungkan dari satu tempat ke tempat lain adalah angkutan umum, karena angkutan umum sangat berperan penting dalam dunia perekonomian masyarakat. Manusia dalam melakukan aktifitasnya dan pergerakan perlu interaksi satu dengan lain, yang memerlukan alat penghubung yaitu angkutan. Angkutan umum harus memberikan pelayanan cepat, aman, nyaman, efiesien dan murah karena pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap pengguna jasa angkutan. Selain itu dalam dunia transportasi dan angkutan umum tariff menjadi hal sangat dipertimbangkan, karena penentuan tariff angkutan umum merupakan suatu hal yang sangat menarik untuk dikaji secara luas agar tidak menimbulkan kerugian antara penyedia dan pengguna jasa angkutan umum. Penentuan tariif angkutan umum memerlukan perlakuan istimewa untuk menyikapinya, maka dari itu penentuan tariff dengan cara menganalisis berdasarkan BOK ( Biaya Operasional Kendaraan ) dengan data primer dan skunder yang diperoleh langsung dari lapangan dan perusahaan dari penyedia jasa yaitu dari PO Royal Safari dengan harga Rp. 1.350.000.000,-/bus. Dari menganalisis berdasarkan BOK (Biaya Operasional Kendaraan) diharapkan dapat memeberikan keuntungan bagi penyedia dan pengguna jasa. Hasil dari analisis data ini Bus dengan harga Rp. 1.350.000.000,-/bus menunjukan bahwa tariff angkutan umum berdasarkan BOK (Biaya Operasional Kendaraan) yang didapatkan yaitu Rp.942.471.848,57,- per tahun atau sebesar Rp.148,19,- per km-seat. Memakai asumsi load factor 70% sebesar Rp.211,69,- per km-seat atau tariff dasar sebesar Rp.22.439,14,- per-seat dengan jarak 106  km (Terboyo Semarang – Tirtonadi Solo). Dengan pertimbangan keuntungan 30% bagi pengusaha pada rute Terboyo Semarang – Tirtonadi Solo, maka tariff hasil analisis biaya oprasional kendaraan (BOK) dengan kendaraan bus saat ini (tahun 2017) sebesar Rp. 30.000,- per seat dengan jarak 106 km. Usaha Angkutan Umum Kendaraan Bus dari PO. Royal Safari ini layak untuk dijalankan karena PBP < umur ekonomis bus, karena dengan menggunakan perhitungan metode Payback Periode (PBP) jangka waktu (periode) yang dibutuhkan untuk pengembalian modal awal dari usaha adalah selama 4 tahun < 7 tahun umur ekonomi bus.

 

 


Keywords


public transportation, rates, Vehicle Operating Costs

Full Text:

PDF

References


Abdurahman, M., 2011, Dasar-Dasar Metode Statistika Untuk Penelitian, Bandung: PUSTAKA SETIA.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.687/AJ.206/DRJD/2002.

Kusumatuti, R., 2006, Analisis Kemampuan Membayar Tarif Angkutan Kota (Studi Kasus Pengguna Jasa Angkutan Kota pada Empat Kecamatan di Kota Semarang), Pilar.

Murwandono, P., 2014, Evaluasi Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP), dan Analisis Break Even Point (BOK) Bus Batik Solo Trans (Studi Kasus Koridor:3), Skripsi.Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Peraturan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Nomor : 551.2/029/2016

Pudjianto, B., 2002, Bahan Kuliah Sistem Angkutan Umum dan Barang, Semarang: UNDIP.

Rahman, R., 2012, Analisa Biaya Operasi Kendaraan (BOK) Angkutan Umum Antar Kota Dalam Propinsi Rute Palu – Poso, Jurnal Rekayasa dan Manajemen Transportasi Volume II No. 1, Palu.

Ramadhan, Z., 2014, Analisis Perhitungan Dan Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan (Bok) Bus Rapid Transit (Brt) Transmusi Jenis Mercedes Benz OH-1521 DAN HINO RK8-235, Skripsi, Fakultas teknik Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan.

Timboeleng, J.A., 2015, Analisa Biaya Transportasi Angkutan Umum Dalam Kota Manado Akibat Kemacetan Lalu Lintas, Skripsi, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi Manado, Manado

Triyanto., 2008, Analisis Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan (Studi Kasus Rencana Penerapan Bus Rapid Transit Surakarta), Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Uiversitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

Yuniarti, T., 2009, Analysis On Public Transportation Tariff Based On Vehicle Operational, Cost, Ability To Pay And Willingness To Pay, Skripsi, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Surakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/teknika.v12i1.1189

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


TEKNIKA terindeks di :

                     

 

View My Stats

Creative Commons License
This work Jurnal Teknika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License