FAKTOR KELEMBAGAAN SEBAGAI FAKTOR PENUNJANG KEBERHASILAN KERJASAMA ‘SISTER CITY’ ANTARA KOTA SEMARANG DENGAN KOTA BRISBANE AUSTRALIA

Albert Albert, Thomas Budi S, B Irma

Abstract


Kotamadia Semarang pada tanggal 11 Januari 1993 menandatangani Memorandum of
Understanding (MoU) Sister City kota Brisbane, Queensland, Australia. Kerjasama ini merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan pemerintah kota di Indonesia dengan pemerintah kota di luar negeri
untuk saling meningkatkan hubungan persahabatan antar kedua negara. Namun ternyata,
implementasi aktivitas program tersebut terhenti pada tahun 1997 dan MoU kerjasama ini habispada tahun 2005 tanpa ada usaha perpanjangan dari kedua belah pihak. Penelitian yang terdahulu
telah diidentifikasi beberapa faktor penunjang keberhasilan kerjasama sister city dansalah satu
faktor tersebut adalah kelembagaan. Adapun tujuan didalam penelitian ini adalah untuk
menganalisa faktor kelembagaan apa saja yang mempengaruhi kesuksesan kerjasama sister city
antara Semarang – Brisbane.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana pengumpulan data primer pada
penelitian ini dilakukan melalui interview kepada delapan responden dari berbagai latar belakang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kelembagaan pemerintah sangat penting
dalam keterlibatannya dengan kegiatan sister city dengan Walikota sebagai kunci keberhasilan
program sister city dan pusat koordinasi kerjasama sister city berada ditangan pemerintah.

Kata Kunci: Kerjasama sister city, MoU, SDM, funding, infrastruktur, kelembagaan, masyarakat
umum, mitra sister city


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26623/slsi.v16i1.2151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats SOLUSI is an scientific magazine is a collection of quality scientific journals from various social science disciplines including economics, accounting, management and business, Universitas Semarang (Central Java, Indonesia). It is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.