Konseling Logoterapi untuk Mengurangi Gejala Stres Pascatrauma pada Anak Korban Banjir dan Rob

Erwin Erlangga

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu anak yang mengalami gejala stress pasca trauma. Di era globalisasi ini penyebab trauma pada individu semakin meningkat. Faktor penyebab munculnya trauma bisa diperoleh dari pengalaman-pengalaman traumatik, misalnya bencana alam, keluarga tidak harmonis, kecelakaan, atau bahkan pelecehan seksual yang belakangan ini marak terjadi pada siswa. Akibat peristiwa traumatik tersebut, tidak semua individu mampu mengendalikan diri dan melakukan kontrol (coping) terhadap trauma yang dihadapi. Konseling individu dengan teknik logoterapi dianggap tepat untuk membantu anak yang mengalami gejala stress pasca trauma karena konseling logoterapi dapat membantu anak mendapatkan makna hidup. Metode penelitian ini adalah quasi ekperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang mengalami stres pascatrauma karena banjir dan rob di daerah Genuk, Sayung, Wringjajar, Morosari, dan Kalisari yang berjumlah 10 anak. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan makna hidup anak setelah diberikan konseling individu. Hipotesis yang menyatakan konseling individu dengan teknik logoterapi untuk meningkatkan makna hidup anak yang trauma karena banjir dan rob dapat diterima.


Keywords


konseling logoterapi, stres pascatrauma, makna hidup

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.