BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK KUNYIT TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK FILLET IKAN BANDENG SELAMA PENYIMPANAN 24 JAM

Muhaeminan Muhaeminan, Sri Haryati, Maria Sudjatinah

Abstract


Tingginya nilai gizi pada ikan bandeng menjadikan ikan ini berpotensi sebagai salah satu sumber makanan untuk manusia. Pada umumnya konsumen menghendaki ikan segar, padahal ikan termasuk komoditas yang sangat mudah busuk (highly perishable). Kunyit berpotensi untuk dijadikan sebagai pengawet alami. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai antimikrobia adalah minyak atsiri, kurkumin, desmetoksikumin dan bidestometoksikumin. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak kunyit ekstrak kunyit terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, tekstur, TPC, dan organoleptik (warna dan aroma) pada fillet ikan bandeng dan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan metode experimental design Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu factor yaitu konsentrasi ekstrak kunyit yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu P1 (Perendaman ekstrak kunyit 5%), P2 (Perendaman ekstrak kunyit 10%), P3 (Perendaman ekstrak kunyit 15%), P4 (Perendaman ekstrak kunyit 20%), P5 (Perendaman ekstrak kunyit 25%). 

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap variabel pengamatan kadar protein, kadar lemak, dan organoleptik (warna dan aroma), tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap variabel pengamatan kadar air, tekstur, dan TPC. P4 adalah perlakuan terbaik dengan kadar air 65,9850%, kadar protein 19.3979%; lemak 7.9669%, tekstur 1.289,523 mm.g/dt, TPC 6,937 log CFU/ml, skor warna 4.004.00 (Kuning, cemerlang, sedikit mengkilap, lendir jernih) dan skor aroma 4.10 (Segar, sedikit aroma kunyit).

 


Keywords


Fillet Ikan bandeng; ekstrak kunyit; perendaman

Full Text:

PDF

References


Cowan, M.M. 1999. Plant products asantimicrobial agents. J. Microbiology reviews

Harisna, N. I. I., 2010. Pengaruh ekstrak kunyit (Curcuma domestica) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap mikroba pada isolat ikan nila (Oreochromis niloticus). Universitas Muhammadiyah Surakarta: Surakarta.

Jusuf, R. 1980. Analisis Kandungan Kurkumin pada Rimpang Beberapa Jenis Curcuma dari Jawa. Universitas Nasional, Jakarta.

Rahmawati, N., E. Sudjarwo, E. Widodo. 2015. Uji aktivitas antibakteri ekstrak herbal terhadap bakteri Escherichia coli. Jurnal Ilmu Peternakan.

Rosari, M. I. 2014. Pengaruh ekstrak kasar buah mahkota dewa (Phaleriamacrocarpa) sebagai antioksidan pada fillet ikan bandeng (Chanoschanos frosk) segar. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan.

Swastawati, F. dan Sumardianto. 2004. Pengaruh lama waktu pengasapan terhadap komposisi dha (Docosahexaenoic acid) ikan bandeng (chano-chanos forsks). Laporan Kegiatan. Universitas Diponegoro, Semarang.

Syaefatun. 2013. Aktivitas antimikrobia ekstrak kunyit (Curcuma domestica) Terhadap pertumbuhan mikrobia perusak ikan. Skripsi. Uiversitas Muhammadiyah, Surakarta.

Winarto, W. P. 2004. Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. AgroMedia Pustaka, Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.26623/jtphp.v13i2.2557

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Published :

Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Jl.Soekarno-Hatta, Tologosari, Semarang, Indonesia, Telp: 024-6702757, Fax: 024-6702272, e_mail : jurnal_tphp@usm.ac.id.

Creative Commons License
This is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.