PENGALIHAN PIUTANG SECARA CESSIE ATAS PEMBIAYAAN DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN PADA PERBANKAN SYARI’AH : SUATU TELAAH HUKUM ISLAM DAN PRINSIP PERBANKAN SYARI’AH

Agung Pribadi

Abstract


PENGALIHAN PIUTANG SECARA CESSIE ATAS PEMBIAYAAN DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN PADA PERBANKAN SYARI’AH : SUATU TELAAH HUKUM ISLAM DAN PRINSIP PERBANKAN SYARI’AH

 

Agung Pribadi

Mahasiswa Program Magister Hukum USM

ABSTRAK

Utang  piutang  sering  kali  tidak  dapat  dihindari  karena  sangat  kental dengan kehidupan  manusia.  Demikianlah  keadaan  manusia sebagaimana  Allah  SWT  tetapkan,  ada yang  dilapangkan  rezekinya  hingga  berlimpah  ruah  dan  ada  pula  yang  dipersempit rezekinya,  tidak  dapat  mencukupi  kebutuhan  pokoknya  sehingga  mendorongnya  dengan terpaksa  untuk  berhutang.  Sehingga  diperlukan  pengetahuan  bagaimana  kaidah  utang piutang menurut syariat. Salah satu kaidah yang harus diketahui adalah kaidah : “menjual hutang dengan hutang adalah batal. Dalam karya ini, penulis akan mencoba memaparkan judul “pengalihan piutang secara cessie atas pembiayaan dengan jaminan hak tanggungan pada perbankan syariah: suatu telaah hukum islam dan prinsip perbankan syariah”. Berdasarkan dari penelitian tersebut bahwa: pertama implementasi sistem cessie tersebut tidak terkecuali dalam dalam mendukung sistem perbankan syariah. Dalam perspektif hukum islam nilai yang dikedepankan adalah kemaslahatan, hal ini pula yang harus diterapkan dalam implementasi cessie, kedua Keberadaan cessie sebagai wujud pengalihan piutang tentunya merupakan implikasi terhadaphak tanggungan kepada debitur. Hal ini tentunya harus dikedepankan nilai -nilai keadilan sehingga implikasi yang ditimbulkan tidak memunculkan aspek kemadhorotan bagi para pihak.

Kata kunci: Pengalihan Piutang,Cessie dan Perbankan Syariah.

 

CESSIE RECEIVABLES TRANSFER ON THE FINANCING WITH THE WARRANTY OF LIABILITY ON SYARI'AH BANKING: A STUDY ON ISLAMIC LAWS AND SHARIAAH BANKING PRINCIPLES

Agung Bribadi

Mahasiswa Program Magister Hukum USM

ABSTRACT

Debt and receivables are often unavoidable because it is so close to human life. Thus, as Allah Almighty set, some are expanded sustenance to abundant and some are narrowed sustenance, they cannot meet the basic needs so encouraged by forced to indebted. So it takes knowledge of how the rules of accounts payable according to the Shari'a. One of the rules is: "to sell debt with debt is void. In this work, the researcher will try to explain the title of "cessie receivable transfer of financing with warranty of liability guarantee on sharia banking: a study on Islamic law and sharia banking principles". Based on the research, there are several issues come up: the first implementation of the cessie system is no exception in supporting the sharia banking system. In the perspective of Islamic law, the value that is put forward is the benefit, this also should be applied in the implementation of cessie. The second, the existence of cessie as a form of transfer of receivables, it is an implication to liability to the debtor. We must be put forward the values of justice, so that the implications that arise do not bring the bad aspect for the parties.

Keywords: Transfer of Receivables, Cessie and Sharia Banking.


Keywords


Pengalihan Piutang,Cessie dan Perbankan Syariah.

Full Text:

PDF

References


Abdul Halim Ismail, Islamic Fund Manager, paper dipresentasikan dalam Lokakarya Ulama tentang Reksadana, Holiday Inn, Jakarta, 29-30 Juli 1997

H.Atang Abd., 2012, Hakim Fiqh Perbankan Syariah: Tranformasi Fiqih Muamalah Kedalam Peraturan Perundang-undangan, Bandung, PT.Refika Aditama

Ibnu 'Abidin, Radd al-Muhktar ‘ala ad-Durr al-Mukhtar, (Beirut: Dar al-Fikr, 1963), Jilid V, hal. 339, lihat juga As Sarakhsi, al Mabsut, (Beirut: Dar al Fikr, tt.), Jilid XXI

Rammal, H. G., Zurbruegg, R. (2007). Awareness of Islamic Banking Products Among Muslims: The Case of Australia. dalam Journal of Financial Services Marketing

Satrio, Cessie, Subrogatie, Novatie, Kompensatie & Percampuran Hutang, cet. 2, Bandung; Alumni, 1999

Sayyid Sabiq, 1986,Fiqih Sunnah,terj. Kammaludin, Bandung,Al-Maarif

Sri Soedewi Masjehoen, Hak Jaminan Atas Tanah,Liberty: Yogya-karta, 1975

Subekti. Hukum Perjanjian. Cet.17. Ja-karta: Intermasa, 1998

Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, (Beirut: Dar al-Fikr, 2002), cet. 6


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Ius Constituendum ( JIC ) terbit dua kali pada bulan April dan Oktober dengan  p-ISSN : 2541-2345 | e-ISSN : 2580-8842, terindeks oleh :

                         

 free web counter Counter Powered by  RedCounterpagerank check

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.